Mitradharma.com – Tips mengangkat sel kulit mati penting diketahui agar perawatan kulit tidak dilakukan secara berlebihan. Sel kulit mati memang akan terlepas secara alami, tetapi eksfoliasi dapat membantu mengangkat sel dari permukaan kulit ketika dilakukan dengan cara yang tepat.
Eksfoliasi adalah proses menghilangkan sel kulit mati pada lapisan terluar kulit. Cara ini dapat dilakukan secara mekanis menggunakan alat atau scrub, maupun secara kimia menggunakan bahan seperti alpha hydroxy acids (AHA) dan beta hydroxy acids (BHA).
Namun, mengangkat sel kulit mati bukan berarti harus menggosok kulit sekuat mungkin. Penggunaan metode yang terlalu kasar justru dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, kulit kering, bahkan memperburuk masalah kulit tertentu.
1. Kenali Kondisi Kulit Terlebih Dahulu
Langkah pertama adalah mengenali kondisi kulit.
Kulit kering biasanya terasa kasar, bersisik, atau mudah gatal. Kulit berminyak cenderung tampak mengilap, sedangkan kulit sensitif dapat terasa perih atau terbakar setelah menggunakan produk tertentu.
Menurut American Academy of Dermatology (AAD), metode eksfoliasi sebaiknya disesuaikan dengan jenis kulit. Kulit kering, sensitif, atau mudah berjerawat dapat lebih mudah mengalami iritasi jika menggunakan metode mekanis yang terlalu kasar.
2. Pilih Eksfoliasi yang Lembut
Ada dua cara utama mengangkat sel kulit mati, yaitu eksfoliasi mekanis dan kimia.
Eksfoliasi mekanis dilakukan dengan bantuan scrub, kain lap, spons, atau alat tertentu. Sementara itu, eksfoliasi kimia menggunakan bahan yang membantu melepaskan sel kulit mati dari permukaan kulit. AHA dan BHA merupakan contoh bahan yang digunakan dalam produk eksfoliasi. Untuk kulit yang mudah iritasi, penggunaan produk yang lebih lembut dapat menjadi pilihan dibandingkan menggosok kulit dengan kuat.
3. Jangan Menggosok Kulit Terlalu Keras
Kesalahan yang sering dilakukan adalah menganggap semakin kuat menggosok kulit, semakin banyak sel kulit mati yang terangkat.
Faktanya, cara tersebut dapat mengiritasi kulit. AAD menyarankan eksfoliasi dilakukan secara lembut dengan gerakan kecil dan ringan. Jika menggunakan scrub atau eksfoliator kimia, produk dapat diaplikasikan dengan lembut selama sekitar 30 detik sebelum dibilas menggunakan air suam-suam kuku. Untuk wajah, penggunaan pembersih lembut dengan ujung jari juga dianjurkan. AAD mengingatkan bahwa menggosok wajah dapat menyebabkan iritasi.
4. Jangan Eksfoliasi Saat Kulit Luka
Eksfoliasi sebaiknya tidak dilakukan pada kulit yang mengalami luka terbuka atau terbakar matahari. Kulit yang sedang mengalami kerusakan membutuhkan perawatan yang lebih lembut. Memaksakan eksfoliasi dalam kondisi tersebut dapat meningkatkan iritasi.
Karena itu, periksa kondisi kulit sebelum menggunakan produk eksfoliasi. Jika kulit sedang merah, terasa perih, atau mengalami luka, berikan waktu untuk pulih terlebih dahulu.
5. Gunakan Pelembap Setelah Eksfoliasi
Mengangkat sel kulit mati dapat membuat kulit menjadi lebih kering. Karena itu, pelembap menjadi bagian penting setelah eksfoliasi. AAD merekomendasikan penggunaan pelembap segera setelah eksfoliasi untuk membantu menjaga kelembapan kulit.
Langkah sederhana ini penting agar rutinitas perawatan kulit tidak hanya berfokus pada mengangkat sel kulit mati, tetapi juga menjaga kondisi kulit tetap nyaman.
6. Jangan Terlalu Sering
Eksfoliasi berlebihan dapat menyebabkan kulit menjadi merah dan mengalami iritasi. Frekuensi yang tepat bergantung pada jenis kulit serta metode yang digunakan.
Semakin agresif metode eksfoliasi, semakin jarang metode tersebut seharusnya digunakan. Tidak ada jadwal yang sama untuk semua orang.
Cleveland Clinic juga memperingatkan bahwa eksfoliasi wajah yang terlalu sering dapat membuat kulit cepat kering.
7. Hati-Hati dengan Produk yang Digunakan Bersamaan
Perhatikan produk lain yang sudah digunakan dalam rutinitas perawatan kulit.
Beberapa produk, termasuk retinol dan benzoyl peroxide, dapat membuat kulit lebih sensitif atau menyebabkan pengelupasan. Menggabungkannya dengan eksfoliasi tanpa memperhatikan kondisi kulit dapat meningkatkan risiko kulit kering dan iritasi.
Karena itu, jangan langsung menggunakan banyak produk aktif sekaligus hanya karena ingin mendapatkan hasil lebih cepat.
Kulit Sehat Tidak Harus Digosok Keras
Tips mengangkat sel kulit mati yang paling penting adalah melakukannya secara lembut dan sesuai kondisi kulit. Tujuan eksfoliasi bukan membuat kulit terasa perih, melainkan membantu mengangkat sel kulit mati tanpa merusak lapisan pelindung kulit.
Jika kulit sering mengalami kemerahan, perih, iritasi, atau masalah yang tidak membaik setelah perawatan mandiri, konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu menentukan perawatan yang sesuai.
AAD juga menyarankan berkonsultasi dengan dokter kulit jika seseorang tidak yakin apakah eksfoliasi bermanfaat untuk kondisi kulitnya.
Perawatan kulit yang baik tidak selalu membutuhkan banyak produk. Yang lebih penting adalah memilih metode yang sesuai, menggunakannya secara terukur, dan menghentikan penggunaan apabila kulit menunjukkan tanda iritasi.
(Mitra Yuyanti)




