Pekarangan Rumah Bisa Jadi Lumbung Pangan: Saatnya Keluarga Tak Bergantung Sepenuhnya pada Pasar

 

Mitradharma.com – Ketahanan pangan tidak selalu harus berbicara tentang sawah yang luas, perkebunan berhektare-hektare atau produksi pangan dalam skala besar. Ada satu potensi yang sering luput dari perhatian: pekarangan rumah.
Di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat dan harga sejumlah bahan pangan yang bisa berubah sewaktu-waktu, pemanfaatan pekarangan menjadi salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat. Tidak perlu menunggu program besar. Tidak harus memiliki lahan luas. Bahkan halaman rumah yang hanya beberapa meter persegi pun dapat diubah menjadi kebun pangan keluarga.

Dari Halaman Kosong Menjadi Sumber Pangan
Pekarangan yang selama ini mungkin hanya menjadi tempat menyimpan barang, menjemur pakaian atau dibiarkan kosong sebenarnya memiliki nilai produktif.
Dengan menggunakan polybag, pot, ember bekas maupun sistem tanam vertikal, masyarakat bisa menanam berbagai kebutuhan dapur.
Cabai, tomat, terong, kangkung, bayam, sawi, daun bawang, serai, jahe dan tanaman lainnya bisa dikembangkan sesuai kondisi lingkungan.
Bagi keluarga yang memiliki pekarangan lebih luas, pemanfaatannya bahkan dapat dikembangkan menjadi kebun terpadu dengan tanaman buah, tanaman obat, hingga budidaya ikan skala rumah tangga.
Satu pekarangan mungkin terlihat kecil. Namun jika dilakukan oleh ratusan bahkan ribuan keluarga, potensinya menjadi sangat besar.

Mengurangi Ketergantungan pada Pasar
Salah satu keuntungan paling nyata adalah mengurangi ketergantungan keluarga terhadap pasar.
Ketika harga cabai naik, misalnya, keluarga yang memiliki tanaman cabai di pekarangan setidaknya mempunyai alternatif untuk memenuhi sebagian kebutuhannya sendiri.
Begitu juga dengan sayuran. Tidak selalu harus membeli satu ikat kangkung atau bayam jika di halaman rumah sudah tersedia tanaman yang siap dipanen.
Penghematan mungkin tidak langsung terasa besar. Namun jika dilakukan setiap hari dan secara konsisten, pengeluaran dapur dapat ditekan.
Lebih dari itu, keluarga memiliki akses terhadap pangan yang relatif dekat, segar dan dapat dipantau sendiri proses budidayanya.

BACA JUGA  Kebijakan Luar Negeri Trump Dikritik Keras: Diplomasi Agresif Dinilai Picu Musuh Baru Amerika

Jangan Anggap Remeh Satu Polybag
Sering kali masyarakat berpikir bahwa ketahanan pangan hanya bisa dilakukan oleh petani.
Padahal, masyarakat perkotaan maupun pedesaan yang tidak memiliki lahan pertanian tetap bisa mengambil bagian.
Satu polybag cabai.
Satu pot tomat.
Beberapa wadah untuk kangkung dan bayam.
Dari hal-hal kecil itulah budaya memproduksi pangan dapat tumbuh.
Jika setiap rumah memiliki beberapa tanaman pangan, lingkungan akan memiliki cadangan pangan sederhana yang tersebar dan tidak bergantung pada satu sumber saja.

Pekarangan Juga Bisa Menghasilkan Uang
Ketika hasil panen melebihi kebutuhan keluarga, tanaman pekarangan dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan tambahan.
Sayuran segar bisa dijual kepada tetangga. Bibit tanaman bisa diperbanyak. Hasil panen dapat diolah menjadi produk makanan. Bahkan kelompok masyarakat dapat membangun usaha bersama berbasis hasil pekarangan.
Artinya, pemanfaatan pekarangan tidak hanya berbicara mengenai ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi rumah tangga.
Jika dikelola secara serius, kebun pekarangan dapat menjadi bagian dari ekonomi produktif masyarakat.

Desa dan Nagari Bisa Jadi Penggeraknya
Gerakan pemanfaatan pekarangan akan jauh lebih kuat jika pemerintah desa atau nagari ikut mendorongnya. Program bisa dimulai dari pendataan rumah yang memiliki pekarangan, pembagian bibit, pelatihan sederhana, pembuatan kebun percontohan hingga membangun kelompok pangan masyarakat. Yang paling penting, program tersebut jangan berhenti pada pembagian bibit. Masyarakat membutuhkan pendampingan agar tanaman benar-benar tumbuh, menghasilkan dan berkelanjutan. Jika hasil panen sudah tersedia, pemerintah bersama kelompok masyarakat juga dapat membantu membuka akses pemasaran.
Dengan begitu, program ketahanan pangan tidak hanya menghasilkan tanaman yang kemudian mati karena tidak dirawat, tetapi benar-benar menjadi kegiatan produktif.

Ketahanan Pangan Dimulai dari Rumah
Ketahanan pangan nasional memang membutuhkan peran pemerintah, petani, dunia usaha dan berbagai pihak. Namun keluarga sebagai unit terkecil masyarakat juga memiliki peran penting. Memanfaatkan pekarangan merupakan salah satu langkah paling sederhana yang bisa dilakukan mulai hari ini.
Tidak perlu menunggu harga pangan naik.
Tidak perlu menunggu krisis.
Tidak perlu menunggu ada program bantuan.
Mulailah dari satu pot. Lalu satu pekarangan. Kemudian satu lingkungan.
Jika kebiasaan itu tumbuh di banyak rumah, pekarangan yang selama ini dianggap tidak penting bisa berubah menjadi sumber pangan sekaligus sumber ekonomi.
Pada akhirnya, ketahanan pangan bukan hanya soal berapa banyak pangan yang diproduksi negara.
Tetapi juga tentang seberapa banyak keluarga mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangannya sendiri. Dan jawabannya bisa saja berada tepat di depan mata, di pekarangan rumah sendiri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Artikel Teratas

TERPOPULER