Kambing Durian Sabatang Melonjak Jadi 300 Ekor, Bukti Peternakan Bisa Jadi Peluang Emas

Mitradharma.com – Usaha peternakan kambing yang dikembangkan Kelompok Tani Durian Sabatang di Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Dalam waktu tiga tahun, populasi kambing kelompok tani tersebut meningkat enam kali lipat. Dari sekitar 50 ekor pada 2023, jumlahnya kini telah mencapai 300 ekor.

Perkembangan peternakan kambing itu mendapat apresiasi dari Bupati Agam, Benni Warlis. Ia meninjau langsung usaha ternak yang dikelola Kelompok Tani Durian Sabatang dalam rangkaian peringatan Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190, Selasa (15/09/2026).

Menurut Benni Warlis, peningkatan jumlah ternak tersebut menjadi bukti bahwa usaha peternakan memiliki prospek yang baik jika dikelola secara serius.
Ia menilai keberhasilan kelompok tani tidak hanya ditentukan oleh jumlah ternak, tetapi juga oleh niat, tekad, kerja keras, dan kemauan untuk berkembang secara berkelompok.

“Dari sekitar 50 ekor di 2023, sekarang sudah berkembang menjadi 300 ekor. Ini membuktikan usaha peternakan bisa berkembang kalau dikelola dengan sungguh-sungguh, punya niat dan tekad untuk maju,” ujar Benni.

Dibantu Dinas Peternakan Sumbar
Perkembangan peternakan kambing Kelompok Tani Durian Sabatang tersebut berlangsung setelah kelompok mendapat bantuan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumatera Barat.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan usaha peternakan kelompok selama tiga tahun terakhir. Dari populasi awal sekitar 50 ekor pada 2023, kelompok kini mampu mengembangkan jumlah ternak hingga 300 ekor.

Bagi pemerintah daerah, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa bantuan dan pendampingan dapat memberikan hasil ketika dimanfaatkan dengan serius oleh penerimanya.

Namun, Benni mengingatkan agar perkembangan peternakan tidak berhenti pada peningkatan jumlah kambing maupun penjualan ternak hidup.
Menurutnya, peternak perlu mulai memikirkan pengembangan produk setelah proses budidaya atau yang dikenal dengan hilirisasi.

BACA JUGA  Bupati Agam Cek Infrastruktur, Jalan dan Jembatan Dikebut

Bupati Dorong Hilirisasi Peternakan
Benni Warlis mendorong peternak tidak hanya menjual kambing dalam kondisi hidup. Produk dari ternak tersebut dinilai masih dapat dikembangkan agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.

“Jangan kita hanya menjual kambing. Hilirisasinya harus kita kembangkan sehingga mendatangkan pendapatan yang lebih banyak,” katanya.

Hilirisasi dapat dilakukan dengan mengembangkan hasil peternakan menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi.
Daging kambing, misalnya, dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kuliner. Dengan pengolahan tersebut, hasil peternakan tidak hanya bergantung pada harga jual kambing hidup. Selain daging, susu kambing juga dinilai memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Pengembangan produk olahan tersebut diharapkan dapat membuka peluang pendapatan baru bagi peternak. Dengan demikian, usaha peternakan tidak hanya menghasilkan pemasukan dari penjualan hewan, tetapi juga dari produk yang dihasilkan setelah proses pengolahan.

Bisa Dipadukan dengan Potensi Wisata

Bupati Agam juga melihat peluang untuk menghubungkan sektor peternakan dengan potensi wisata yang ada di daerah.
Menurutnya, peternakan dapat dikembangkan tidak hanya sebagai kegiatan budidaya, tetapi juga menjadi bagian dari rantai ekonomi dan pariwisata.
Konsep tersebut dapat membuka ruang bagi pengembangan usaha yang lebih luas.
Peternakan, produk olahan, kuliner, dan potensi wisata dapat dikembangkan secara beriringan sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

Gagasan tersebut juga menunjukkan bahwa pengembangan peternakan tidak harus berhenti pada kegiatan menghasilkan ternak.
Jika dikembangkan secara berkelompok dan berkelanjutan, peternakan dapat menjadi bagian dari kegiatan ekonomi masyarakat.

Dorong Generasi Muda Masuk Peternakan
Selain mendorong hilirisasi, Benni Warlis berharap perkembangan usaha Kelompok Tani Durian Sabatang dapat menjadi contoh bagi generasi muda.
Ia ingin semakin banyak anak muda melihat pertanian dan peternakan sebagai bidang yang memiliki peluang usaha.

BACA JUGA  Danau Maninjau Jadi Fokus Destinasi Prioritas Sumbar

Selama ini, sektor pertanian dan peternakan tidak hanya berkaitan dengan produksi pangan, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan apabila dikelola dengan baik.
Pertumbuhan populasi kambing dari 50 ekor menjadi 300 ekor dalam tiga tahun menjadi salah satu gambaran bahwa usaha tersebut dapat berkembang ketika dikelola secara serius.
Benni berharap semakin banyak generasi muda tertarik untuk masuk ke sektor pertanian dan peternakan.

Menurutnya, berkembangnya usaha di sektor tersebut juga dapat memberikan dampak sosial bagi masyarakat.

“Ketika anak-anak muda tertarik ke pertanian atau peternakan, tentu kita berharap dapat mengurangi pengangguran dan mengentaskan kemiskinan,” tuturnya.

Peternakan sebagai Penggerak Ekonomi
Perkembangan Kelompok Tani Durian Sabatang memperlihatkan bahwa peternakan dapat menjadi salah satu peluang ekonomi masyarakat di daerah.
Populasi kambing yang meningkat dari sekitar 50 ekor menjadi 300 ekor dalam tiga tahun menunjukkan adanya pertumbuhan usaha yang cukup besar.
Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana pertumbuhan tersebut dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi peternak.

Dorongan hilirisasi menjadi salah satu langkah yang disampaikan Bupati Agam. Pengolahan daging dan susu kambing dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan nilai produk.
Jika dikembangkan bersama potensi wisata, rantai ekonomi yang terbentuk juga dapat menjadi lebih luas.

Dengan pendekatan tersebut, peternakan tidak hanya dipandang sebagai kegiatan memelihara dan menjual ternak.
Peternakan dapat menjadi bagian dari usaha masyarakat yang menciptakan pendapatan, membuka peluang kerja, dan menarik generasi muda untuk mengembangkan sektor pertanian serta peternakan.

Keberhasilan Kelompok Tani Durian Sabatang pun menjadi contoh bahwa kesungguhan, niat, dan tekad untuk berkembang menjadi faktor penting dalam mengembangkan usaha peternakan secara berkelompok. (Media Center Agam/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Artikel Teratas

TERPOPULER