Prabowo Tegaskan 5 Agenda Strategis, Karhutla Jadi Sorotan

Mitradharma.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan lima agenda strategis pemerintah dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang digelar di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026). Salah satu perhatian utama adalah pengusutan dugaan keterlibatan individu dan korporasi dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sidang tersebut menjadi bagian dari evaluasi dua tahun pertama pemerintahan dengan tema Kerja Nyata untuk Negeri. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kabinet Merah Putih sekaligus menekankan pentingnya menjaga ketahanan nasional dan melanjutkan pembangunan.

Pemerintah juga diminta tetap fokus menjalankan mandat rakyat di tengah ketidakpastian global dan persaingan geopolitik.

1. Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih

Prabowo mengapresiasi kerja keras, semangat pengabdian, dan kekompakan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih selama dua tahun pertama pemerintahan.

Apresiasi tersebut menjadi penegasan pentingnya kerja sama antarkementerian dan lembaga dalam menjalankan program pemerintah serta mencapai target pembangunan nasional.

2. Perkuat Ketahanan Nasional

Presiden menekankan pentingnya memperkuat ketahanan nasional, melindungi kekayaan alam, dan menjaga persatuan bangsa.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi ketidakpastian global serta persaingan geopolitik yang dapat memengaruhi kepentingan nasional.

Perlindungan terhadap kekayaan alam juga menjadi perhatian agar sumber daya Indonesia dapat dimanfaatkan untuk mendukung kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

3. Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan dalam Karhutla

Pengusutan kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu agenda yang disoroti dalam sidang kabinet tersebut.

Prabowo menegaskan perlunya mengusut tuntas dugaan keterlibatan individu maupun korporasi dalam karhutla. Pihak yang terbukti melanggar hukum harus ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Penegasan ini menempatkan penegakan hukum sebagai bagian penting dalam penanganan karhutla. Namun, dugaan keterlibatan pihak tertentu tetap harus dibuktikan melalui proses hukum sebelum dapat dinyatakan bersalah.

BACA JUGA  Prabowo Temui Ramos-Horta dan 20 Peraih Nobel, Dorong Kolaborasi Riset

4. Jaga Swasembada Pangan dan Perkuat Energi

Prabowo juga menekankan pentingnya mempertahankan swasembada pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian nasional.

Di sektor energi, pemerintah didorong mengembangkan sumber energi dalam negeri, termasuk biodiesel dan etanol.

Pengembangan energi tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kemandirian energi Indonesia. Upaya ini berjalan seiring dengan agenda menjaga ketahanan nasional dan mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki negara.

5. Jalankan Mandat Rakyat dengan Tegas

Presiden meminta seluruh jajaran pemerintahan menjalankan mandat rakyat dengan berani, tegas, dan penuh tanggung jawab.

Arahan tersebut menekankan pentingnya menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas dalam setiap kebijakan dan pelaksanaan program pemerintah.

Pemerintah juga dituntut memastikan kerja yang dilakukan memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung peningkatan kesejahteraan.

Dua Tahun Pertama Jadi Pijakan Pembangunan

Sidang Kabinet Paripurna pada 21 Oktober 2026 menjadi momentum evaluasi sekaligus penegasan arah pemerintahan untuk melanjutkan pembangunan.

Lima agenda yang menjadi perhatian Presiden mencakup penguatan kinerja kabinet, ketahanan nasional, penegakan hukum terhadap pelanggaran terkait karhutla, swasembada pangan, dan kemandirian energi.

Pemerintah menempatkan dua tahun pertama sebagai pijakan untuk melanjutkan kerja nyata menuju Indonesia yang mandiri, tangguh, dan sejahtera.

(Red)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img

Artikel Teratas

TERPOPULER