Mitradharma.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas terus diperkuat melalui operasi darat dan udara. Langkah ini dilakukan untuk memadamkan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke wilayah lain.
Enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan karhutla tersebut adalah Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus meningkatkan koordinasi serta pemantauan kondisi di lapangan. Upaya tersebut dilakukan agar penanganan kebakaran dapat disesuaikan dengan situasi di masing-masing wilayah.
Pemadaman Dilakukan dari Darat dan Udara
Penanganan karhutla dilakukan melalui sejumlah langkah, mulai dari pemadaman langsung di lokasi kebakaran hingga pengerahan helikopter untuk operasi water bombing atau pengeboman air.
Dalam operasi water bombing, helikopter digunakan untuk menjatuhkan air ke titik kebakaran yang membutuhkan penanganan dari udara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemadaman sesuai kondisi lapangan.
Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilakukan untuk mendukung penanganan karhutla. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di wilayah terdampak.
BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus memantau perkembangan situasi guna mengoptimalkan upaya pemadaman. Koordinasi antarpihak menjadi bagian penting agar langkah penanganan dapat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Masyarakat Diminta Tidak Membakar Lahan
Di tengah upaya pemadaman, masyarakat diimbau tidak menggunakan api untuk membuka atau membersihkan lahan. Pembakaran lahan berisiko memicu kebakaran yang dapat meluas dan menyulitkan proses penanganan.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan keberadaan titik api kepada petugas berwenang. Pelaporan sejak dini diperlukan agar kebakaran dapat segera ditindaklanjuti sebelum meluas.
Penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada operasi petugas, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam mencegah munculnya sumber kebakaran baru.
Melalui penguatan operasi darat dan udara, koordinasi lintas pihak, serta pencegahan di tingkat masyarakat, upaya penanganan karhutla di enam provinsi prioritas diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
(Red)






