Mitradharma.com – OSN 2026 resmi ditutup, sementara perkembangan keamanan di Timur Tengah juga menjadi perhatian setelah Amerika Serikat mengeluarkan imbauan kepada warganya untuk meningkatkan kewaspadaan. Dua kabar tersebut menjadi bagian dari perkembangan nasional dan internasional pada Minggu, 20 September 2026.
OSN 2026 Resmi Berakhir
Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang Pendidikan Menengah Tahun 2026 resmi ditutup pada Sabtu, 19 September 2026. Penutupan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, dan dilakukan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.
Ajang tersebut mempertemukan 566 finalis dari berbagai daerah di Indonesia. Pada penyelenggaraan tahun ini, DKI Jakarta ditetapkan sebagai juara umum dengan perolehan 82 medali, terdiri atas 21 emas, 26 perak, dan 35 perunggu.
Secara keseluruhan, OSN 2026 menghasilkan 270 medali. Kompetisi mencakup sejumlah bidang sains, antara lain Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Informatika, Astronomi, Ekonomi, Kebumian, dan Geografi. Selain itu, terdapat Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial.
Kemendikdasmen sebelumnya mencatat jumlah pendaftar OSN 2026 mencapai 941.692 peserta, meningkat dari 806.285 peserta pada 2025. Peserta berasal dari 38 provinsi, 506 kabupaten/kota, serta Sekolah Indonesia Luar Negeri di enam negara.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa OSN tidak hanya berkaitan dengan perolehan medali. Ia mendorong para peserta untuk terus mengembangkan kemampuan sains sekaligus membangun karakter dan integritas.
AS Imbau Warga Waspada di Timur Tengah
Di perkembangan internasional, Amerika Serikat mengeluarkan imbauan keamanan bagi warganya terkait perjalanan ke dan melalui Timur Tengah.
Departemen Luar Negeri AS meminta warga Amerika yang berada di luar kawasan tersebut untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke dan melalui Timur Tengah. Sementara warga AS yang sudah berada di kawasan itu diminta meningkatkan kewaspadaan.
Imbauan tersebut dikeluarkan karena situasi keamanan di kawasan dinilai kompleks dan terdapat kemungkinan eskalasi yang tidak terduga.
Warga AS juga diminta bersiap menghadapi kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, serta gangguan perjalanan lainnya. Mereka yang melakukan perjalanan dari atau menuju kawasan tersebut dianjurkan memantau informasi mengenai operasional bandara dan maskapai.
Peringatan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan yang melibatkan kelompok Houthi dan Arab Saudi. Departemen Luar Negeri AS menyebut kelompok Houthi yang didukung Iran telah melakukan tindakan permusuhan terhadap Arab Saudi, termasuk serangan yang melibatkan bandara sipil.
Situasi tersebut juga berdampak pada perhatian terhadap keamanan fasilitas dan kepentingan Amerika Serikat di luar negeri. Departemen Luar Negeri AS memperingatkan bahwa fasilitas diplomatik serta lokasi yang berkaitan dengan kepentingan Amerika dapat menjadi sasaran.
Dengan demikian, pada 20 September 2026, perhatian publik tertuju pada dua perkembangan berbeda: berakhirnya OSN 2026 yang menjadi ajang kompetisi talenta sains pelajar Indonesia dan meningkatnya kewaspadaan keamanan Amerika Serikat di tengah dinamika Timur Tengah.
(Red)




