Mitradharma.com – Jenazah Agusral (59), korban banjir bandang atau galodo di Arosuka, Kabupaten Solok, akhirnya ditemukan tim SAR gabungan pada Jumat, 25 September 2026. Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak bencana menerjang kawasan tersebut pada Senin, 21 September 2026.

Jenazah Agusral ditemukan sekitar pukul 11.45 WIB di antara material dan puing-puing yang terbawa banjir bandang. Tim SAR kemudian mengevakuasi jenazah dari lokasi penemuan untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Penemuan tersebut mengakhiri pencarian yang telah dilakukan selama beberapa hari. Sebelumnya, Agusral menjadi satu-satunya korban yang masih dalam pencarian setelah galodo menerjang kawasan Arosuka. Tim SAR gabungan bahkan memperluas area pencarian hingga beberapa kilometer dan membagi operasi ke sejumlah sektor.
Sehari sebelum jenazah ditemukan, tim pencari telah memperoleh sejumlah petunjuk. Unit K9 Direktorat Samapta Polda Sumbar menemukan barang-barang milik Agusral di kawasan belakang Kantor BKPSDM, Kompleks Perkantoran Bupati Solok. Barang tersebut antara lain celana panjang, dompet berisi identitas, sandal sebelah kanan, serta bagian penutup kepala senter.
Penemuan jenazah Agusral berlangsung pada hari yang sama dengan kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming ke lokasi galodo di Arosuka.
Gibran tiba di kawasan terdampak pada Jumat pagi sekitar pukul 10.15 WIB. Ia datang bersama Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, dan Bupati Solok Jon Firman Pandu.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung dampak banjir bandang di Kabupaten Solok. Dalam peninjauannya, Gibran meminta pemulihan akses utama dan infrastruktur terdampak dilakukan secepatnya agar mobilitas warga, distribusi bantuan, serta pelayanan pemerintahan dapat kembali berjalan.
Banjir bandang menerjang kawasan Arosuka pada Senin malam, 21 September 2026. Material berupa lumpur, batu, pasir, dan kayu terbawa arus hingga memasuki sejumlah kawasan, termasuk kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok.
Dengan ditemukannya Agusral, proses pencarian korban yang dilaporkan hilang akibat galodo di kawasan tersebut mendapat perkembangan penting. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.




