Mitradharma.com – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mengirimkan tim untuk membantu penanganan bencana galodo atau banjir bandang yang menerjang Kabupaten Solok.
Tim tersebut terdiri dari personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI). Pengiriman dilakukan sebagai bentuk respons kemanusiaan dan solidaritas terhadap bencana yang terjadi di wilayah tetangga.
Kepala Pelaksana BPBD Solok Selatan, Novi Hendrix, mengatakan sebanyak 13 personel BPBD dan PMI dikerahkan untuk membantu penanganan bencana.
Selain personel, Pemkab Solok Selatan juga mengirimkan dua unit pompa air dan satu unit mobil tangki air.
“Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mengirimkan 13 orang personel dari BPBD dan PMI dengan dua unit pompa air dan satu unit mobil tangki air,” kata Novi saat dihubungi Kamis (24/9/2026).
Tim tersebut ditugaskan membantu proses pembersihan lumpur akibat galodo yang menerjang wilayah Aro Suka, Kabupaten Solok.
Pembersihan dilakukan untuk membantu penanganan dampak banjir bandang yang membawa material lumpur dan berbagai material lainnya.
Tim gabungan dari Solok Selatan tersebut direncanakan bekerja selama dua hari, yakni Kamis dan Jumat, 24-25 September 2026.
Pengiriman personel dan peralatan juga disertai koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Solok. Koordinasi dilakukan untuk mengoptimalkan pekerjaan penanganan bencana di lokasi terdampak.
Galodo menerjang wilayah pusat pemerintahan Kabupaten Solok pada Senin malam, 21 September 2026.
Banjir bandang tersebut membawa material berupa pasir, tanah, batu, hingga kayu. Material yang terbawa arus menyebabkan akses jalan Solok-Padang terputus.
Melalui pengerahan personel BPBD, PMI, pompa air, dan mobil tangki, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan turut membantu proses penanganan dampak galodo di Kabupaten Solok. (Red)




