Mitradharma.com – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026 mulai terasa di tengah masyarakat. Berbagai kegiatan digelar warga untuk memeriahkan momentum 17 Agustus, mulai dari perlombaan hingga aksi gotong royong yang memberi manfaat langsung bagi lingkungan.
Hal tersebut juga dilakukan masyarakat Desa Muaro Kalaban, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto. Warga di sekitar Masjid Al-Falah Surau Bungo dan kawasan Pasar Usang kembali memanfaatkan kawasan bantaran Sungai Batang Lasi sebagai lokasi berbagai kegiatan dalam menyambut HUT RI.
Namun, tahun ini kegiatan masyarakat tidak sekadar menyiapkan arena perlombaan. Warga juga melakukan revitalisasi dan pendalaman aliran Batang Lasi yang berada di sekitar jembatan Jalan Lintas Masjid Al-Falah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, atas inisiatif tokoh masyarakat setempat, Khairuddin alias Erut.
Erut mengatakan, kondisi Batang Lasi saat ini cukup dangkal akibat musim kemarau. Kondisi tersebut mendorong dirinya bersama masyarakat untuk melakukan upaya penataan dan pendalaman sungai agar kawasan tersebut bisa kembali dimanfaatkan secara maksimal.
Saat ditemui di lokasi, Erut didampingi Yosef, salah seorang pengurus Masjid Al-Falah. Ia menjelaskan bahwa penggunaan alat berat untuk melakukan pengerukan sungai telah melalui sejumlah proses koordinasi dan perizinan dengan pihak terkait.
“Alhamdulillah, setelah melalui beberapa proses dan izin kepada pihak terkait, akhirnya alat berat diperbolehkan beroperasi untuk mengeruk dan memperdalam Sungai Batang Lasi,” ujar Erut.
Hindari Salah Persepsi
Erut menyebut, proses pengerukan dilakukan secara terbuka dan melalui koordinasi karena pihaknya memahami adanya kekhawatiran masyarakat terkait aktivitas yang diduga sebagai penambangan emas ilegal di sejumlah wilayah.
“Kami khawatir nanti ada pihak lain yang menduga kami melakukan penambangan emas. Karena itu, kegiatan ini kami lakukan melalui proses izin dan koordinasi dengan pihak terkait,” katanya.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memperbaiki kondisi aliran sungai sekaligus menyiapkan kawasan agar dapat dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat.
Terlebih, kawasan Batang Lasi di sekitar Masjid Al-Falah selama ini menjadi salah satu titik berkumpul warga ketika menyambut dan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.
Bakal Jadi Lokasi Budidaya Ikan Larangan
Setelah seluruh rangkaian perlombaan dan kegiatan HUT RI selesai, kawasan Batang Lasi tersebut direncanakan tidak dibiarkan begitu saja.
Erut bersama masyarakat berencana memanfaatkan lokasi tersebut sebagai sarana budidaya ikan larangan.
Konsep tersebut diharapkan bisa memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain menjadi tempat budidaya ikan, kawasan itu nantinya dapat dimanfaatkan sebagai lokasi bagi warga yang memiliki hobi memancing.
“Setelah melaksanakan beberapa lomba, seperti lomba titi bambu dan kegiatan lainnya, lokasi ini akan kami manfaatkan untuk budidaya ikan larangan. Masyarakat yang hobi memancing nantinya bisa memanfaatkan tempat ini, dan ikan juga direncanakan dapat dipanen dua kali dalam setahun,” jelasnya.
Jika rencana tersebut berjalan, kawasan Batang Lasi diharapkan tidak hanya menjadi lokasi kegiatan 17 Agustus, tetapi juga berkembang menjadi ruang rekreasi sederhana yang dikelola dan dimanfaatkan bersama oleh masyarakat.
Alat Berat Jadi Sumbangsih Warga
Ada hal menarik dalam kegiatan revitalisasi tersebut. Operasional alat berat yang digunakan untuk melakukan pengerukan Batang Lasi tidak dibebankan kepada masyarakat.
Erut mengatakan, penggunaan alat berat beserta dukungan pengemudi dan mekaniknya merupakan bentuk sumbangsih dari pemilik alat yang juga merupakan warga Desa Muaro Kalaban.
“Untuk bayaran operasional alat berat bersama driver dan mekaniknya, ini merupakan sumbangsih dari pemilik alat yang juga masyarakat Desa Muaro Kalaban. Jadi tanpa dibayar,” ungkap Erut.
Menurutnya, semangat tersebut menjadi bagian dari bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus upaya menghadirkan kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi warga.
Dari Semangat Kemerdekaan untuk Masyarakat
Bagi Erut dan Yosef, kegiatan revitalisasi Batang Lasi bukan sekadar persiapan menyambut HUT RI ke-81. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Mereka berharap seluruh masyarakat dapat mendukung rencana tersebut sehingga kawasan Batang Lasi nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi warga.
“Kami berharap kegiatan positif ini didukung penuh oleh masyarakat dan menjadi kontribusi untuk Desa Muaro Kalaban khususnya, serta Kecamatan Silungkang dan Kota Sawahlunto pada umumnya,” kata Erut.
Semangat warga Muaro Kalaban ini menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan tidak selalu harus diwujudkan dengan kemeriahan perlombaan. Gotong royong, menjaga lingkungan, dan menciptakan ruang yang bermanfaat bagi masyarakat juga menjadi cara sederhana untuk mengisi kemerdekaan.
Dengan Batang Lasi yang mulai ditata dan diperdalam, warga berharap kawasan tersebut ke depan bisa menjadi salah satu ruang bersama yang hidup, produktif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Muaro Kalaban. (JM)





Semoga mitradharna.com makin jaya san sukses