Mitradharma.com – Ketua Umum Akuatik Indonesia Kabupaten Dharmasraya, Syaiful Hanif, S.H., akhirnya buka suara terkait polemik yang mencuat setelah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya video atlet Azizah Guspita di media sosial dan pernyataan Ketua KONI Dharmasraya.
Syaiful Hanif menjelaskan sejumlah hal, mulai dari pendistribusian perlengkapan kontingen, perolehan medali, hingga penggunaan dana keberangkatan atlet. Ia berharap penjelasannya dapat mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Perlu kami luruskan, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di antara kita,” kata Hanif dalam keterangannya.
26 Orang Berangkat, Dua Jalur Penetapan
Syaiful Hanif menjelaskan, Pengurus Cabang (Pengcab) Akuatik Indonesia Kabupaten Dharmasraya memberangkatkan 26 orang kontingen untuk mengikuti Porprov XVI Sumatera Barat 2026.
Sebanyak 17 orang tercatat melalui SK KONI Dharmasraya Nomor 053/IX/SK-KTGN/PRVKONI-DM/2026 tentang penetapan susunan kontingen Kabupaten Dharmasraya pada Porprov XVI Sumatera Barat 2026.
Sementara itu, sembilan orang lainnya ditetapkan melalui SK Akuatik Kabupaten Dharmasraya Nomor 025/AI-DH/VII/2026 tentang penetapan atlet, pelatih, dan ofisial cabang olahraga akuatik untuk mengikuti ajang tersebut.
Menurut Hanif, kontingen yang diberangkatkan terdiri atas pihak yang mendapatkan fasilitasi dan pihak yang berangkat secara mandiri.
Seragam Tidak Dibagikan Sama Rata
Salah satu persoalan yang dijelaskan Hanif adalah pendistribusian perlengkapan atau seragam kontingen.
Ia menyebut cabang olahraga akuatik mendapatkan delapan set perlengkapan defile lengkap. Setiap set terdiri atas topi, jaket, celana training, dan sepatu. Selain itu, Budparpora memberikan dua jersey atau kaus.
Delapan set perlengkapan tersebut diperuntukkan bagi enam atlet, satu pelatih, dan satu ofisial.
Namun, perlengkapan itu tidak dibagikan dalam bentuk set lengkap kepada seluruh anggota kontingen. Hanif mengaku mengambil kebijakan untuk mendistribusikannya secara proporsional berdasarkan kebutuhan tim.
Akibatnya, ada anggota kontingen yang hanya menerima jaket, jaket dan training, jaket dan sepatu, jersey dan topi, hingga hanya topi.
Menurutnya, pembagian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan tim untuk mendukung pencapaian prestasi.
Hanif juga menjelaskan bahwa nama yang terdaftar dalam tautan Sirimau tidak otomatis berarti seluruhnya mendapatkan fasilitas perlengkapan. Ia menyebut tautan tersebut merupakan media pendaftaran seluruh atlet yang akan turun bertanding.
Medali Azizah Guspita dari Nomor Estafet
Hanif turut memberikan penjelasan mengenai medali yang diraih atlet Azizah Guspita.
Menurut dia, medali tersebut diperoleh dari nomor estafet atau pertandingan beregu, bukan nomor individu.
Ia menyebut Dwi Intan Febrianti dan Aurel Donita sebagai pemeran utama dalam nomor estafet tersebut. Sementara itu, alasan Azizah diturunkan dalam nomor estafet, menurut Hanif , merupakan bagian dari pertimbangan internal cabang olahraga.
“Terkait diturunkan Azizah Guspita dalam nomor estafet ini, biar menjadi rahasia cabor,” ujarnya.
Pernyataan tersebut merupakan penjelasan dari pihak Akuatik Dharmasraya mengenai kontribusi atlet dalam nomor beregu.
Dana Rp21,7 Juta, Pencairan Disebut Bertahap
Selain seragam dan prestasi, Syaiful Hanif memaparkan persoalan keuangan yang berkaitan dengan keberangkatan kontingen.
Ia menyebut Akuatik Dharmasraya menerima pinjaman dari KONI Dharmasraya sebesar Rp10,9 juta pada Jumat, 2 Oktober 2026, saat kontingen berangkat mengikuti Porprov.
Dana tersebut, menurut Hanif, digunakan untuk membayar penginapan, konsumsi, transportasi, dan kebutuhan lainnya. Ia mengaku jumlah itu belum mencukupi seluruh kebutuhan kontingen.
Selanjutnya, pada Jumat, 9 Oktober 2026, Akuatik Dharmasraya menerima dana tambahan sebesar Rp10,8 juta. Hanif mengatakan dana tersebut baru diterima setelah pertandingan selesai dan para atlet kembali ke rumah masing-masing.
Dengan demikian, berdasarkan angka yang disampaikan Hanif, total dana dari dua pencairan tersebut mencapai Rp21,7 juta.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan dana akan dilakukan secara proporsional dan dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.
Syaiful Hanif Minta Maaf dan Buka Ruang Dialog
Menutup klarifikasinya, Syaiful Hanif menyampaikan permohonan maaf apabila kebijakan yang diambilnya sebagai Ketua Pengcab Akuatik Indonesia Kabupaten Dharmasraya belum memuaskan pihak-pihak tertentu.
Ia juga menyatakan kesediaannya untuk duduk bersama guna mencari solusi terbaik atas persoalan yang berkembang.
“Saya mohon maaf, dan juga membuka diri untuk duduk bersama dalam mencari solusi terbaik,” kata Syaiful Hanif.
Ia menegaskan tidak ingin menyudutkan ataupun menghakimi pihak lain dalam polemik tersebut.
Klarifikasi ini menjadi penjelasan dari pihak Akuatik Dharmasraya terkait persoalan perlengkapan, medali, dan pendanaan kontingen Porprov XVI Sumatera Barat 2026. Untuk memperoleh gambaran yang utuh, persoalan tersebut tetap perlu dilihat berdasarkan dokumen pendukung serta keterangan dari pihak-pihak terkait.
(Red)






