Azizah Guspita Buka Suara: Persoalan Bukan Uang, tetapi Dugaan Kebohongan Ketua Pengcab Akuatik Dharmasraya

Mitradharma.com – Atlet cabang olahraga (cabor) akuatik Dharmasraya, Azizah Guspita, akhirnya memberikan tanggapan terkait pemberitaan sebelumnya mengenai video yang beredar dan polemik keberangkatan atlet.

Azizah menegaskan, sejak awal video tersebut beredar, dirinya tidak pernah mempermasalahkan uang yang dibicarakan dalam video itu. Menurutnya, persoalan utama yang ingin ia sampaikan adalah dugaan ketidaksesuaian antara informasi yang disampaikan Ketua Pengcab Akuatik Dharmasraya dengan kenyataan yang kemudian dialaminya.

“Saya Azizah Guspita. Dari awal video beredar, saya tidak pernah mempermasalahkan uang dalam video itu. Yang saya permasalahkan adalah kebohongan Ketua Pengcab Akuatik Dharmasraya,” ungkap Azizah dalam tanggapannya.

Mengaku Mendapat Informasi Masuk SK Kontingen

Azizah menjelaskan, sekitar satu jam sebelum pendaftaran ditutup, Ketua Pengcab Akuatik Dharmasraya disebut telah menyampaikan di hadapan orang tuanya dan dua orang tua atlet lainnya, termasuk seseorang bernama Pak Maryadi, bahwa dirinya masuk dalam surat keputusan (SK) kontingen dan keberangkatannya akan difasilitasi.

Pernyataan tersebut, menurut Azizah, membuat dirinya memahami bahwa keberangkatannya termasuk dalam skema fasilitasi kontingen.

Namun, setelah tiba di Padang, Azizah mengaku baru mengetahui dari orang lain bahwa dirinya ternyata berangkat secara mandiri.

“Setelah sampai di Padang, saya diberi tahu orang bahwa saya berangkat secara mandiri. Jadi, saya merasa dibohongi. Itu saja,” katanya.

Azizah menegaskan bahwa keberatannya bukan terletak pada persoalan uang, melainkan pada informasi yang diterimanya sebelum pendaftaran ditutup dan kenyataan yang diketahuinya setelah berada di Padang.

Pernyataan tersebut merupakan penjelasan dari pihak Azizah.

Azizah Tegaskan Estafet Merupakan Kerja Tim

Selain persoalan keberangkatan, Azizah turut menanggapi penyebutan dua atlet renang estafet lainnya sebagai pemeran utama.

Menurutnya, dalam nomor estafet tidak ada istilah pemeran utama karena perlombaan tersebut mengandalkan kerja sama seluruh anggota tim.

BACA JUGA  Akuatik Dharmasraya: Kenali Cabor yang Dulu Bernama PRSI

“Setahu saya, dalam estafet tidak ada pemeran utama atau tidak, sebab estafet itu tim. Kalau timpang satu, bisa jadi tidak dapat medali,” jelasnya.

Azizah menekankan bahwa setiap atlet memiliki peran dalam tim estafet. Kontribusi masing-masing anggota menjadi bagian penting dalam upaya mencapai hasil terbaik.

Karena itu, menurut Azizah, pembahasan mengenai penampilan atlet estafet seharusnya mempertimbangkan peran seluruh anggota tim, bukan hanya menonjolkan atlet tertentu.

Menunggu Penjelasan yang Utuh

Di akhir tanggapannya, Azizah menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk menjelaskan posisinya terkait pemberitaan sebelumnya.

Pernyataan Azizah menempatkan persoalan ini pada dua hal, yakni kejelasan informasi mengenai status fasilitasi keberangkatannya dan pemahaman tentang peran setiap atlet dalam nomor estafet.

(Red)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img

Artikel Teratas

TERPOPULER