Mitradharma.com – Kopi Sawahlunto mulai didorong untuk menjadi salah satu produk unggulan sekaligus ikon baru daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Agroforestri Berbasis Tanaman Kopi yang resmi dibuka Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra di Kebun Buah Kandi, Senin (31/8/2026).
Pelatihan agroforestri berbasis tanaman kopi ini merupakan hasil kerja sama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sawahlunto.
Sebanyak 16 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Pelatihan berlangsung selama lima hari dengan menghadirkan narasumber dari pelaku usaha kopi serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sawahlunto.
Kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai tanaman kopi. Pemerintah Kota Sawahlunto juga berharap pelatihan dapat membuka peluang lahirnya wirausahawan baru dari sektor pertanian dan perkebunan.
Wali Kota Dorong Lahirnya Pengusaha Muda
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menyampaikan apresiasi kepada BPVP Padang atas kerja sama dan dukungan dalam meningkatkan keterampilan masyarakat.
Menurut Riyanda, peningkatan keterampilan menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi yang ada di daerah.
Ia secara khusus menyoroti peluang lahirnya entrepreneur atau wirausahawan baru, terutama dari kalangan generasi muda di Kota Sawahlunto.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi. Ini menjadi salah satu harapan pemerintah saat ini, bagaimana kita dapat melahirkan entrepreneur baru, terutama pemuda di Kota Sawahlunto. Semoga kegiatan ini menjadi harapan dan semangat baru bagi para petani,” ujar Riyanda.
Harapan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya dipandang sebagai kegiatan peningkatan kemampuan teknis. Peserta juga diharapkan memiliki semangat untuk mengembangkan kegiatan pertanian menjadi usaha yang memberikan nilai ekonomi.
Dengan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan, peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam pengembangan usaha pertanian masing-masing.
Kopi Diincar Jadi Produk Unggulan Sawahlunto
Riyanda Putra juga menyampaikan harapan agar komoditas kopi dapat dikembangkan secara konsisten dan berkelanjutan.
Menurutnya, kopi berpeluang menjadi salah satu produk andalan sekaligus ikon baru Kota Sawahlunto.
“Kami berharap kopi dapat menjadi salah satu andalan dan ikon baru Kota Sawahlunto. Tentunya hal ini harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan,” katanya.
Pernyataan tersebut menjadi dorongan bagi pengembangan komoditas kopi di daerah. Pemerintah Kota Sawahlunto berharap pengembangan kopi tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat dilanjutkan melalui penerapan keterampilan dan pengembangan usaha.
Pelatihan selama lima hari menjadi salah satu upaya untuk memberikan bekal kepada peserta dalam mengembangkan sektor pertanian berbasis tanaman kopi.
Dapat Bantuan Mesin Pertanian
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Sawahlunto juga menyampaikan rasa syukur atas bantuan mesin pertanian dari Direktorat Jenderal Perkebunan.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung produktivitas petani di Kota Sawahlunto.
Riyanda meminta bantuan mesin pertanian tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga memberikan manfaat bagi para petani.
“Kami juga berbahagia karena mendapatkan bantuan mesin pertanian dari Direktorat Jenderal Perkebunan. Semoga dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan memberikan manfaat bagi petani di Kota Sawahlunto,” tambahnya.
Bantuan peralatan pertanian tersebut menjadi bagian lain dari dukungan terhadap sektor pertanian dan perkebunan di Sawahlunto.
Pemerintah daerah berharap sarana yang tersedia dapat digunakan secara optimal untuk membantu kegiatan petani.
Dihadiri Sejumlah Unsur Terkait
Pembukaan pelatihan di Kebun Buah Kandi turut dihadiri Kepala BPVP Padang Tri Hartanto, B.Eng., M.Sc., M.Eng.
Selain itu, hadir Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sawahlunto, Kepala Desa Balai Batu Sandara, pengurus Kelompok Tani Harapan Baru, para peserta pelatihan, serta unsur terkait lainnya.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan adanya kerja sama dalam pelaksanaan pelatihan agroforestri berbasis tanaman kopi.
Pelatihan ini diikuti 16 peserta dan dilaksanakan selama lima hari. Narasumber yang dihadirkan berasal dari pelaku usaha kopi serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sawahlunto.
Diharapkan Berdampak pada Ekonomi Masyarakat
Pemerintah Kota Sawahlunto berharap pelatihan agroforestri berbasis tanaman kopi dapat memberikan manfaat langsung bagi peserta.
Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan dalam pengembangan usaha pertanian.
Selain meningkatkan kapasitas petani, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendorong munculnya wirausahawan baru di sektor perkebunan dan kopi.
Jika keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara konsisten, pengembangan komoditas kopi diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi kegiatan ekonomi masyarakat.
Pengembangan kopi juga diharapkan dapat memperkuat posisi komoditas tersebut sebagai salah satu produk unggulan Kota Sawahlunto.
Melalui kerja sama antara BPVP Padang dan Pemerintah Kota Sawahlunto, pelatihan ini menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong pengembangan sektor pertanian.
Dengan dukungan pelatihan, narasumber, serta bantuan mesin pertanian dari Direktorat Jenderal Perkebunan, pemerintah berharap potensi kopi di Sawahlunto dapat dikembangkan secara konsisten dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan petani, tetapi juga membuka peluang usaha baru dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Kota Sawahlunto.




