Mitradharma.com – Kualitas udara di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, masih berada pada kategori tidak sehat. Berdasarkan data aplikasi IQAir yang diinformasikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dharmasraya, Sabtu (17/10/2026) pukul 04.00, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 153, sedangkan indeks kualitas udara (AQI) tercatat 185.
Angka tersebut menunjukkan kondisi udara yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama kelompok yang lebih rentan terhadap paparan polusi udara.
DLH Dharmasraya menyampaikan informasi tersebut sebagai gambaran kondisi kualitas udara di wilayah setempat berdasarkan pemantauan IQAir.
Data Pembanding di Tebo Capai Kategori Berbahaya
Sebagai perbandingan, data aplikasi ISPU Net milik Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH) menunjukkan kondisi pencemaran udara yang lebih tinggi di titik pemantauan terdekat dari Dharmasraya, yakni Kabupaten Tebo, tepatnya Kecamatan Tebo Tengah.
Berdasarkan data yang disampaikan DLH Dharmasraya, pada Sabtu, 17 Oktober 2026, pukul 05.00, nilai ISPU parameter PM2.5 di titik pemantauan tersebut tercatat mencapai 446 atau masuk kategori berbahaya.
Partikel PM2.5 merupakan partikel pencemar udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan partikel ini perlu diwaspadai karena dapat berdampak terhadap kesehatan.
Data IQAir untuk Dharmasraya dan data ISPU Net untuk Tebo menunjukkan kondisi pencemaran udara yang patut mendapat perhatian. Namun, keduanya berasal dari titik pemantauan dan sistem pengukuran berbeda sehingga perlu dibandingkan dengan memperhatikan waktu serta metode pengukurannya.
Masyarakat Perlu Mewaspadai Polusi Udara
Dengan nilai ISPU Dharmasraya sebesar 153 dan AQI 185, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan udara tercemar.
Kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung, perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi udara.
Masyarakat dapat mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Penggunaan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus juga dapat menjadi salah satu langkah perlindungan ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Informasi kualitas udara perlu terus dipantau agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lingkungan.
Data tersebut menjadi pengingat bahwa pencemaran udara merupakan persoalan yang perlu diperhatikan bersama, terutama ketika hasil pemantauan menunjukkan tingkat polusi yang dapat membahayakan kesehatan.
(Red)






