Udara Dharmasraya Minggu 11 Oktober 2026 Masih Kurang Sehat, Meski Kabut Asap Berkurang

Mitradharma.com – Kondisi udara di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, masih perlu diwaspadai. Berdasarkan data IQAir pada Minggu (11/10/2026) pukul 10.00, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat 107, sedangkan Air Quality Index (AQI) mencapai 154.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dharmasraya, Novan, menyampaikan bahwa masyarakat tetap perlu menjaga kesehatan meskipun angka ISPU berada pada level 107.

Ia mengimbau masyarakat agar menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan, sebagai langkah perlindungan dari paparan pencemaran udara.

Data IQAir tersebut menunjukkan kondisi udara yang perlu diwaspadai. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mengabaikan langkah pencegahan, khususnya ketika kualitas udara belum sepenuhnya membaik.

ISPU Tebo Capai 269, Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

Sebagai perbandingan, data aplikasi ISPUnet milik Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan kondisi yang jauh lebih buruk di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Pada Minggu (11/10/2026) pukul 12.00, titik pemantauan di Kecamatan Tebo Tengah mencatat nilai ISPU sebesar 269 berdasarkan parameter PM2.5. Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.

PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan partikel ini menjadi perhatian serius ketika konsentrasinya tinggi.

Titik pemantauan di Kecamatan Tebo Tengah merupakan lokasi terdekat yang dijadikan pembanding untuk melihat kondisi kualitas udara di sekitar Dharmasraya melalui aplikasi ISPUnet.

Namun, angka dari kedua aplikasi tersebut berasal dari lokasi dan waktu pengukuran yang berbeda. Karena itu, nilainya tidak dapat dibandingkan secara langsung untuk menyimpulkan bahwa kualitas udara Dharmasraya sama dengan kondisi di Tebo.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Perbedaan angka pemantauan tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas udara dapat berbeda antarlokasi. Masyarakat perlu memperhatikan informasi kualitas udara terbaru dan mengurangi paparan polusi jika kondisi memburuk.

BACA JUGA  Bengkel Sungai Rumbai Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Mobil

Penggunaan masker saat berada di luar ruangan menjadi salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan. Masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi tubuh dan mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan kesehatan.

Kewaspadaan tetap diperlukan agar masyarakat dapat mengurangi risiko paparan pencemaran udara, terutama ketika kondisi kualitas udara di wilayah sekitar masih menunjukkan angka yang mengkhawatirkan.

(Red)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img

Artikel Teratas

TERPOPULER