Udara Dharmasraya Masih Tidak Sehat, ISPU Capai 138

Mitradharma.com – Kondisi udara Dharmasraya pada Kamis, 8 Oktober 2026, berada dalam kategori tidak sehat. Data IQAir yang dipantau pada pukul 04.00 menunjukkan nilai ISPU 138 dengan AQI 178.

Angka tersebut menunjukkan kualitas udara yang perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama kelompok yang lebih sensitif terhadap paparan polusi udara.

Data kondisi udara Dharmasraya tersebut bersumber dari IQAir. Pengukuran dilakukan pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 04.00.

Selain data IQAir, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dharmasraya juga menyampaikan data pembanding dari aplikasi ISPUNET milik Kementerian Lingkungan Hidup.

Menurut Kepala DLH Dharmasraya, Novan, titik pantau ISPUNET yang paling dekat dengan Dharmasraya berada di Kabupaten Tebo, Kecamatan Tebo Tengah.

Pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 05.00, titik pantau tersebut mencatat nilai ISPU 479 untuk parameter PM2.5.

Nilai 479 tersebut masuk kategori berbahaya.

Perbedaan angka antara data IQAir dan ISPUNET tidak serta-merta berarti kedua data tersebut saling bertentangan. Pengukuran dilakukan pada lokasi dan waktu yang berbeda.

IQAir mencatat kondisi udara Dharmasraya pada pukul 04.00, sedangkan data ISPUNET yang disampaikan DLH Dharmasraya berasal dari titik pantau di Kecamatan Tebo Tengah pada pukul 05.00.

Karena itu, data Kabupaten Tebo dapat digunakan sebagai gambaran kondisi udara di wilayah yang berdekatan, bukan sebagai pengukuran langsung kualitas udara di seluruh wilayah Dharmasraya.

Meski demikian, tingginya angka PM2.5 di titik pantau Tebo menjadi informasi yang perlu diperhatikan. PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil yang menjadi salah satu parameter penting dalam penilaian kualitas udara.

Sementara itu, berdasarkan data IQAir, kondisi udara Dharmasraya pada pukul 04.00 berada pada status tidak sehat, dengan ISPU 138 dan AQI 178.

BACA JUGA  Kabut Asap Solok Selatan Mengkhawatirkan, Pemkab Pastikan Tak Ada Hotspot

Masyarakat dapat menjadikan informasi kualitas udara tersebut sebagai pertimbangan dalam melakukan aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika kondisi udara sedang memburuk.

DLH Dharmasraya terus menjadi salah satu sumber informasi penting bagi masyarakat dalam memantau perkembangan kualitas udara di daerah tersebut.

Data kondisi udara ini berdasarkan informasi IQAir dan keterangan DLH Dharmasraya yang disampaikan Kepala DLH Dharmasraya Novan, dengan data pembanding ISPUNET Kementerian Lingkungan Hidup dari titik pantau Kabupaten Tebo, Kecamatan Tebo Tengah.

(Red)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img

Artikel Teratas

TERPOPULER