Mitradharma.com – Pendapatan bengkel di Sumbar disebut ikut meningkat di tengah bertambahnya keluhan pengendara soal kendaraan yang merepet hingga mogok setelah mengisi BBM. Keluhan serupa muncul dari sejumlah wilayah, mulai dari Padang, Bukittinggi, Pesisir Selatan hingga Dharmasraya.
Di Pulau Punjung, kondisi tersebut mulai dirasakan pemilik bengkel. Doni mengaku kendaraan dengan keluhan serupa semakin banyak masuk ke bengkelnya dalam beberapa hari terakhir.
“Beberapa hari ini terus bertambah,” ujar Doni.
Menurut dia, kendaraan yang datang umumnya mengalami gejala hampir sama. Mesin kendaraan merepet, kemudian kehilangan tenaga dan akhirnya mogok.
Keluhan itu terutama disampaikan oleh pengguna BBM jenis Pertalite yang menduga masalah kendaraan mereka muncul setelah mengisi bahan bakar di SPBU.
Saringan Bensin Berkerak Putih
Keluhan pengendara di berbagai wilayah Sumbar menjadi perhatian karena ditemukan saringan bensin kendaraan yang memiliki kerak putih menyerupai semen.
Temuan pada kendaraan itulah yang kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai kondisi BBM yang digunakan.
Meski demikian, hasil pengecekan awal belum menunjukkan adanya masalah pada spesifikasi BBM.
Pertamina bersama Dinas ESDM Sumbar telah melakukan pengecekan lapangan terhadap sampel awal dari sejumlah SPBU.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan spesifikasi BBM dalam kondisi normal. Massa jenis atau density juga disebut sesuai standar.
Sampel awal tersebut juga dinyatakan bebas dari kandungan air.
Sampel BBM Diuji di Lemigas
Pemeriksaan tidak berhenti pada pengecekan lapangan.
Sampel BBM dari sejumlah SPBU telah dikirim ke laboratorium Lemigas Kementerian ESDM untuk menjalani pengujian yang lebih komprehensif.
Hasil uji laboratorium tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih lengkap mengenai kondisi sampel BBM yang diperiksa.
Karena itu, temuan kerak putih pada saringan bensin kendaraan dan keluhan mesin merepet hingga mogok belum dapat langsung disimpulkan sebagai akibat dari kualitas BBM tertentu.
Ada perbedaan antara keluhan konsumen dengan hasil pengujian laboratorium.
Keduanya perlu ditempatkan secara proporsional agar masyarakat mendapatkan informasi yang tidak menyesatkan.
Bengkel Kebanjiran Keluhan
Bagi pemilik bengkel seperti Doni, persoalan tersebut terlihat dari kendaraan yang datang silih berganti.
Ia menyebut jumlah kendaraan dengan keluhan merepet dan mogok terus bertambah dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi itu secara langsung membuat aktivitas bengkel meningkat.
Situasi ini sekaligus menunjukkan bagaimana persoalan BBM dapat dengan cepat berdampak kepada masyarakat. Pengendara menghadapi kendaraan bermasalah, sementara bengkel menerima lebih banyak kendaraan untuk diperiksa.
Konsumen Bisa Melapor
Konsumen yang mengalami masalah setelah mengisi BBM dapat melaporkan kejadian tersebut.
Pengaduan dapat disampaikan langsung ke SPBU tempat pengisian terakhir.
Konsumen juga dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.
Pelaporan penting dilakukan agar keluhan konsumen dapat ditelusuri berdasarkan lokasi pengisian dan kondisi kendaraan.
Di tengah banyaknya keluhan, informasi yang terukur menjadi sangat penting.
Kerak putih pada saringan bensin memang menjadi temuan yang dikeluhkan pengendara. Kendaraan merepet dan mogok juga menjadi gejala yang dilaporkan.
Kini, perhatian tertuju pada hasil pengujian laboratorium Lemigas.
Hasil itulah yang diharapkan dapat memberikan jawaban lebih jelas mengenai kondisi sampel BBM yang telah diperiksa.
Sementara itu, bengkel tetap menjadi tempat pertama yang didatangi pengendara ketika kendaraan mulai kehilangan tenaga.
Bagi Doni, bertambahnya kendaraan dengan keluhan serupa sudah menjadi kenyataan di bengkelnya dalam beberapa hari terakhir.
Namun bagi masyarakat, satu hal masih ditunggu: jawaban pasti mengenai apa yang sebenarnya membuat kendaraan merepet dan mogok serta penangungjawab biaya perbaikan kendaraan.
(Red)





