Mitradharma.com – UMKM Solok Selatan mendapat kesempatan memperkenalkan produk unggulan daerah melalui ajang Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.
Wakil Bupati Solok Selatan, H. Yulian Efi, bersama istri mengunjungi stand Dekranasda Kabupaten Solok Selatan pada Jumat (28/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku usaha daerah yang membawa produk lokal ke ajang berskala nasional.
Di stand Dekranasda, Yulian Efi melihat langsung berbagai produk unggulan yang ditampilkan pelaku UMKM Solok Selatan. Produk yang dibawa terdiri dari kerajinan hingga berbagai produk olahan lokal.
Yulian juga berdialog langsung dengan pelaku usaha yang mengikuti kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu, ia memberikan dukungan agar produk UMKM Solok Selatan semakin dikenal masyarakat dan memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas.
Menurut Yulian Efi, keikutsertaan Solok Selatan dalam expo seperti AOE memiliki nilai penting bagi pengembangan UMKM. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi tempat untuk memperkenalkan produk, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun jaringan usaha.
“Kita berharap keikutsertaan Solok Selatan di AOE ini tidak hanya sebagai ajang promosi, tetapi juga membuka peluang kerja sama dan pasar yang lebih luas bagi produk UMKM kita,” ujar Yulian Efi.
Kesempatan Perluas Pasar
Keikutsertaan dalam AOE 2026 memberikan ruang bagi pelaku UMKM Solok Selatan untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada pengunjung dan pihak lain yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Bagi pelaku usaha, promosi melalui expo dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk di luar wilayah Solok Selatan.
Produk kerajinan dan olahan lokal yang dibawa ke stand Dekranasda menjadi bagian dari potensi daerah yang ingin diperkenalkan dalam kegiatan tersebut.
Dukungan pemerintah daerah juga menjadi bagian penting dalam mendorong produk lokal agar memiliki jangkauan yang lebih luas.
Kehadiran Wakil Bupati di stand Dekranasda menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap pelaku UMKM yang ikut mempromosikan produk Solok Selatan.
Tidak Hanya Pameran Produk
AOE 2026 tidak hanya diisi dengan kegiatan promosi produk daerah.
Rangkaian kegiatan expo juga mencakup forum kerja sama perdagangan antardaerah. Forum tersebut menjadi ruang untuk membuka peluang hubungan kerja sama perdagangan antara daerah yang ikut dalam kegiatan.
Selain itu, terdapat workshop mengenai pengenalan dan simulasi e-Katalog Versi 6 LKPP.
Agenda tersebut memberikan kesempatan bagi daerah dan pelaku usaha untuk memahami perkembangan sistem pengadaan pemerintah.
Pengenalan e-Katalog Versi 6 juga berkaitan dengan peluang produk lokal untuk masuk ke pasar pengadaan pemerintah. Melalui pemahaman terhadap sistem tersebut, pelaku usaha dapat mengetahui perkembangan mekanisme pengadaan yang digunakan pemerintah.
Hal ini menjadi salah satu bagian yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memperluas peluang pasar di luar penjualan secara langsung kepada konsumen.
Potensi Daerah Jadi Modal Promosi
Solok Selatan memiliki berbagai potensi yang dapat diperkenalkan dalam kegiatan seperti AOE.
Selain produk UMKM dan kerajinan lokal, daerah tersebut memiliki kekayaan budaya serta destinasi pariwisata.
Keberagaman potensi tersebut dapat menjadi bagian dari promosi daerah secara lebih luas.
Melalui AOE 2026, Solok Selatan tidak hanya membawa produk untuk dipamerkan. Keikutsertaan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah kepada jaringan yang lebih luas.
Pemerintah daerah berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pelaku usaha.
Perluasan pasar menjadi salah satu tujuan yang ingin dicapai melalui keikutsertaan dalam expo. Produk yang sebelumnya lebih banyak dikenal di tingkat daerah diharapkan memiliki kesempatan untuk dikenal oleh pasar yang lebih luas.
Berlangsung Tiga Hari
Apkasi Otonomi Expo 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi berbagai daerah untuk memperkenalkan potensi masing-masing sekaligus membuka peluang kerja sama.
Selain promosi, AOE juga diarahkan menjadi wadah untuk membuka peluang investasi dan memperluas pasar.
Bagi Solok Selatan, kesempatan tersebut dapat digunakan untuk memperkuat promosi produk lokal serta membangun jaringan yang dapat mendukung perkembangan UMKM.
Kehadiran Yulian Efi bersama istri di stand Dekranasda menjadi bagian dari rangkaian keikutsertaan Solok Selatan dalam kegiatan tersebut.
Melalui dukungan pemerintah daerah, pelaku UMKM diharapkan semakin memiliki ruang untuk memperkenalkan produk mereka.
Keikutsertaan dalam AOE 2026 juga menunjukkan bahwa produk lokal tidak hanya perlu diproduksi, tetapi harus terus diperkenalkan agar memiliki kesempatan menjangkau konsumen dan pasar yang lebih luas.
Dengan membawa produk UMKM, kerajinan, potensi budaya, dan pariwisata, Solok Selatan berupaya memanfaatkan ajang AOE 2026 sebagai momentum promosi daerah.
Harapannya, kegiatan tersebut tidak berhenti pada pameran selama tiga hari. Peluang kerja sama, jaringan perdagangan, dan akses pasar yang terbuka selama expo dapat menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat posisi produk Solok Selatan di tingkat nasional.




