Teh Talua, Warisan Minang yang Tetap Menggoda

Mitradharma.com – Teh talua atau teh telur merupakan salah satu minuman tradisional khas Minangkabau yang hingga kini masih dikenal luas di Sumatera Barat. Minuman ini memiliki racikan sederhana, tetapi cara pembuatannya menghasilkan rasa, tekstur, dan tampilan yang berbeda dari teh pada umumnya.

Nama teh talua berasal dari bahasa Minangkabau. Kata talua berarti telur, sehingga secara sederhana teh talua berarti teh telur.
Minuman ini dibuat menggunakan teh, kuning telur, gula dan air teh panas. Dalam racikan tertentu, bahan tambahan seperti susu kental manis dan perasan jeruk nipis juga digunakan.
Keberadaan teh talua tidak hanya berkaitan dengan kuliner. Minuman ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sumatera Barat dan berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata kuliner daerah tersebut.

Bagaimana Asal-Usul Teh Talua?
Asal-usul teh talua memiliki beberapa cerita yang berkembang di masyarakat. Salah satu hasil penelitian tentang teh talua menyebutkan bahwa minuman tersebut sudah dikenal sejak masa penjajahan Belanda.
Penelitian yang dilakukan melalui wawancara dan observasi pada 2019 mencatat keterangan bahwa teh talua pada masa tersebut digunakan sebagai minuman energi bagi pekerja. Campuran teh dan kuning telur dianggap dapat membantu memenuhi kebutuhan tenaga ketika bekerja.

Namun, sejarah awal teh talua tidak dapat disebut secara pasti hanya berdasarkan satu cerita. Penelitian yang sama juga menyebutkan bahwa kajian mengenai sejarah dan khasiat teh talua masih terbatas.
Karena itu, kisah tentang asal-usul teh talua sebaiknya dipahami sebagai bagian dari riwayat kuliner dan tradisi masyarakat, bukan sebagai fakta sejarah tunggal yang sudah sepenuhnya terbukti.

Dalam perkembangannya, teh talua semakin dikenal masyarakat dan tidak lagi hanya menjadi minuman yang dikaitkan dengan aktivitas tertentu. Minuman ini kemudian hadir di berbagai warung makanan dan menjadi bagian dari kuliner khas Sumatera Barat.

BACA JUGA  Lemang Durian Viral, Selebgram Ikut Jualan Langsung

Racikan Sederhana, Cara Membuatnya Tidak Sembarangan
Sekilas, bahan teh talua sangat sederhana. Namun, menghasilkan teh talua yang berbusa dan tidak berbau amis membutuhkan teknik tertentu.
Bahan utama yang umum digunakan adalah kuning telur, teh, gula dan air panas. Telur yang digunakan dapat berupa telur ayam kampung atau telur itik.
Kuning telur terlebih dahulu dipisahkan dari putih telur. Setelah itu, kuning telur dicampur dengan gula dan dikocok hingga mengembang serta menghasilkan buih.

Dalam catatan Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat, pada masa lalu masyarakat bahkan menggunakan seikat kecil lidi sebagai alat untuk mengocok telur. Seiring perkembangan zaman, penggunaan lidi mulai ditinggalkan karena dinilai kurang praktis.
Setelah telur dan gula mengembang, teh panas dituangkan ke dalam campuran tersebut. Perasan jeruk nipis dapat ditambahkan untuk membantu mengurangi aroma amis telur.
Sebagian racikan juga menggunakan susu kental manis untuk memberikan rasa yang lebih lembut dan manis.

Jika dibuat dengan baik, teh talua memiliki tampilan berlapis ketika disajikan menggunakan gelas bening. Bagian atasnya berupa busa, sedangkan bagian bawahnya menunjukkan warna teh yang lebih pekat.
Tampilan tersebut menjadi salah satu daya tarik teh talua selain rasanya.

Apa Manfaat Teh Talua untuk Tubuh?
Teh talua sejak lama dikenal masyarakat sebagai minuman yang dipercaya dapat membantu meningkatkan stamina. Kebiasaan tersebut berkaitan dengan kandungan bahan yang digunakan, terutama telur dan teh.
Telur mengandung protein dan berbagai zat gizi. Sementara itu, teh mengandung senyawa yang secara alami terdapat pada daun teh.

Penelitian mengenai teh talua di Sumatera Barat juga mencatat bahwa minuman ini dikaitkan dengan peningkatan stamina. Namun, penelitian tersebut menegaskan bahwa kajian ilmiah khusus mengenai khasiat teh talua masih terbatas.
Artinya, teh talua tidak tepat disebut sebagai minuman yang dapat menyembuhkan penyakit tertentu. Klaim kesehatan yang terlalu jauh juga tidak memiliki dasar yang cukup dari sumber penelitian yang tersedia.

BACA JUGA  Lomba Marandang SLTA Solok: Tradisi Minang Naik Kelas

Manfaat yang lebih masuk akal dapat dilihat dari kandungan bahan penyusunnya. Telur memberikan protein dan zat gizi, sedangkan teh menjadi sumber senyawa alami dari daun teh.
Selain itu, teh talua dikonsumsi sebagai minuman hangat yang memberikan rasa kenyang dan energi, terutama karena adanya telur dan gula.
Meski demikian, kandungan gula dan telur perlu diperhatikan dalam pola makan secara keseluruhan. Teh talua lebih tepat ditempatkan sebagai minuman tradisional atau kuliner, bukan sebagai pengganti makanan bergizi seimbang.

Sumatera Barat Masih Melestarikan Teh Talua
Sumatera Barat menjadi daerah utama tempat tradisi minum teh talua masih bertahan. Minuman ini tetap populer dan dapat ditemukan di berbagai warung makanan serta tempat makan di daerah tersebut. Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat mencatat bahwa teh talua masih diminati masyarakat dan keberadaannya juga mendukung aktivitas ekonomi warung yang menjualnya.

Di Kota Padang, teh talua juga masih menjadi bagian dari pilihan minuman di rumah makan. Pemerintah Kota Padang pada 2026 menyebut teh talua sebagai minuman khas Minang dan mencatat keberadaannya di banyak rumah makan di kota tersebut.
Popularitas teh talua juga tidak berhenti di Sumatera Barat. Minuman ini berkembang mengikuti keberadaan masyarakat Minangkabau di berbagai daerah.
Sejumlah sumber menyebut teh talua juga dikenal di wilayah lain di Sumatra serta di tempat-tempat yang memiliki rumah makan atau restoran dengan sajian Minang. Namun, Sumatera Barat tetap menjadi daerah yang paling kuat kaitannya dengan identitas minuman tradisional tersebut.

Bukan Sekadar Minuman
Teh talua memperlihatkan bagaimana masyarakat Minangkabau mempertahankan sebuah tradisi melalui makanan dan minuman sehari-hari.
Minuman ini tidak membutuhkan bahan yang rumit. Teh, telur, gula dan air panas sudah cukup untuk menghasilkan racikan khas.
Yang membuatnya istimewa adalah cara mengolah bahan tersebut dan kebiasaan masyarakat yang terus mempertahankannya.

BACA JUGA  GMMSM Gebrak Disdik Sumbar, Desak Pungutan Sekolah Dihentikan

Teh talua juga telah berkembang menjadi bagian dari wisata kuliner Sumatera Barat. Penelitian Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat menyebut teh talua sebagai salah satu daya tarik wisata kuliner provinsi tersebut.
Dari minuman yang dahulu dikenal sebagai racikan untuk menunjang tenaga, teh talua kini menjadi sajian yang dicari masyarakat dan wisatawan.
Keberadaannya di warung tradisional membuat generasi muda tetap dapat mengenal minuman tersebut tanpa harus mempelajari tradisi melalui buku.
Secara sederhana, secangkir teh talua membawa tiga hal sekaligus: rasa, kebiasaan dan identitas budaya.

Selama masyarakat masih membuatnya, menjualnya dan menikmatinya, tradisi teh talua akan tetap memiliki ruang dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.
Teh talua akhirnya bukan sekadar perpaduan teh dan telur. Minuman ini menjadi salah satu contoh kuliner tradisional yang mampu bertahan mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan ciri utamanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Artikel Teratas

TERPOPULER