Mitradharma.com – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menawarkan penguatan peran Sumbar dalam jejaring kerja sama kawasan Samudra Hindia melalui Indian Ocean Rim Association (IORA). Salah satu tawaran utama yang disampaikan adalah menjadikan Padang sebagai tuan rumah kegiatan IORA pada 2027.
Usulan tersebut disampaikan Mahyeldi dalam KADIN Indonesia Monthly Economic Diplomacy Breakfast di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Jumat, 11 September 2026.
Forum tersebut menjadi ruang pertemuan antara KADIN Indonesia, perwakilan negara sahabat, pemerintah, dunia usaha, serta pemangku kepentingan pariwisata. Pembahasan diarahkan pada peluang kerja sama ekonomi dan investasi.
Dalam forum itu, Mahyeldi menyampaikan bahwa Sumbar memandang IORA tidak hanya sebagai forum kerja sama antarnegara. Menurutnya, jejaring kawasan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuka akses yang lebih luas terhadap pasar, investasi, pengetahuan, dan jaringan usaha di kawasan Samudra Hindia.
“Sumatera Barat tidak dapat membangun semuanya sendirian. Karena itu, kami melihat IORA bukan sekadar forum antarnegara, tetapi jaringan untuk membangun pasar dan kemitraan,” kata Mahyeldi.
Sumbar Ingin Perkuat Akses Pasar
Mahyeldi menilai keberadaan 23 negara anggota IORA memberikan peluang besar untuk mempertemukan potensi daerah dengan pasar dan mitra internasional.
Bagi Sumbar, peluang tersebut dapat diarahkan pada sejumlah sektor yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Di antaranya pariwisata, kuliner, ekonomi kreatif, serta pariwisata berbasis komunitas.
Menurut Mahyeldi, penguatan hubungan dengan negara-negara di kawasan Samudra Hindia tidak cukup hanya melalui pertemuan dan pertukaran informasi. Jejaring yang sudah tersedia perlu diarahkan menjadi kerja sama yang memberikan manfaat lebih konkret bagi daerah.
Karena itu, Sumbar menawarkan sejumlah potensi daerah sebagai titik awal untuk dikembangkan bersama calon mitra dari jejaring IORA. Mahyeldi menyebut tiga starting points, yaitu Mentawai, Padang-Mandeh, serta Bukittinggi dan Sawahlunto.
Ketiga kawasan tersebut memiliki karakter dan potensi masing-masing. Sumbar menawarkan kawasan tersebut sebagai bagian dari pengembangan jejaring pariwisata dan kerja sama ekonomi di kawasan Samudra Hindia.
Padang Diusulkan Jadi Tuan Rumah IORA 2027
Selain memperkenalkan potensi daerah, Mahyeldi juga menyampaikan kesiapan Sumbar untuk mengambil bagian dalam agenda IORA pada 2027.
Dalam kesempatan tersebut, ia secara khusus mengusulkan Padang menjadi tuan rumah IORA 2027.
Tawaran itu tidak muncul tanpa pengalaman sebelumnya. Padang memiliki rekam jejak dalam perjalanan kerja sama IORA karena pernah menjadi tuan rumah IORA Council of Ministers Meeting pada 2015.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Sumbar untuk kembali menawarkan Padang sebagai lokasi penyelenggaraan agenda IORA.
“Padang memiliki legacy penting dalam perjalanan IORA. Karena itu, kami mengusulkan Padang menjadi tuan rumah IORA 2027,” ujar Mahyeldi.
Pengalaman sebagai tuan rumah pada 2015 menjadi salah satu dasar yang disampaikan dalam menawarkan kembali Padang untuk agenda IORA.
Jika tawaran tersebut mendapat tindak lanjut, penyelenggaraan kegiatan IORA di Padang dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi Sumbar secara lebih luas kepada jejaring negara-negara kawasan Samudra Hindia.
Tidak Berhenti pada Promosi Potensi
Mahyeldi juga menekankan bahwa kerja sama yang dibangun melalui IORA diharapkan tidak berhenti pada tahap memperkenalkan potensi daerah.
Sumbar menawarkan tindak lanjut berupa joint project screening dan site visits bagi calon mitra.
Melalui mekanisme tersebut, peluang kerja sama yang dibahas dapat dilihat secara langsung. Calon mitra juga dapat memperoleh gambaran mengenai potensi dan kebutuhan pengembangan di daerah.
Site visits juga menjadi bagian penting untuk mempertemukan pembahasan kerja sama dengan kondisi nyata di lapangan.
Dengan pendekatan tersebut, Sumbar mendorong agar peluang investasi dan kerja sama tidak hanya berada pada tahap pembicaraan. Setiap peluang dapat diarahkan untuk melihat kelayakan serta kesesuaiannya dengan kebutuhan dan potensi daerah.
Dorong Diplomasi Menjadi Kolaborasi Ekonomi
Tawaran Sumbar melalui forum KADIN Indonesia tersebut memperlihatkan upaya pemerintah daerah untuk memanfaatkan jejaring internasional sebagai pintu masuk pengembangan ekonomi daerah.
Mahyeldi mendorong agar kerja sama kawasan Samudra Hindia bergerak dari hubungan diplomasi dan pertukaran informasi menuju kolaborasi ekonomi yang lebih konkret.
Bagi Sumbar, IORA dapat menjadi jaringan untuk mempertemukan potensi daerah dengan pasar dan mitra dari negara-negara kawasan Samudra Hindia.
Sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang ditawarkan, dengan Mentawai, Padang-Mandeh, serta Bukittinggi dan Sawahlunto sebagai tiga starting points yang disampaikan Mahyeldi.
Di sisi lain, sektor kuliner, ekonomi kreatif, dan pariwisata berbasis komunitas juga menjadi bagian dari potensi Sumbar yang ditawarkan melalui jejaring tersebut. Usulan Padang sebagai tuan rumah IORA 2027 sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Sumbar dalam kerja sama kawasan Samudra Hindia.
Melalui forum tersebut, Sumbar membuka peluang agar hubungan dengan jejaring IORA dapat berkembang menjadi akses yang lebih luas terhadap investasi, pariwisata, pasar, pengetahuan, dan kemitraan usaha.
Dengan pengalaman Padang sebagai tuan rumah IORA Council of Ministers Meeting pada 2015, Mahyeldi membawa rekam jejak tersebut sebagai modal dalam menawarkan kembali Padang untuk menjadi tuan rumah agenda IORA pada 2027.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Sumbar dalam jejaring kawasan sekaligus membuka ruang bagi potensi daerah untuk dipertemukan dengan calon mitra internasional secara lebih konkret.




