Mitradharma.com – Mentan Amran memberikan dukungan pendidikan dan kehidupan kepada keluarga tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang gugur saat menjalankan tugas.
Dukungan tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat bertemu langsung dengan keluarga korban di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (22/9).
Mentan Amran memberikan bantuan pendidikan Rp50 juta untuk setiap anak korban. Jika dihitung bersama dukungan untuk keluarga, total bantuan mencapai Rp300 juta untuk masing-masing keluarga.
“Insyaallah kami beri beasiswa sesuai kemampuan kita, satu orang Rp50 juta. Totalnya dengan keluarganya Rp300 juta,” ujar Amran.
Bantuan Pendidikan Diberikan Sekaligus
Amran mengatakan bantuan pendidikan tersebut diberikan sekaligus agar dapat disimpan dan digunakan sebagai tabungan untuk kebutuhan sekolah anak-anak korban.
Ia meminta keluarga memastikan bantuan itu dimanfaatkan untuk menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak yang ditinggalkan.
“Langsung kita serahkan, bukan serahkan bertahap. Ini, Nak, disimpan nanti, tabungan untuk sekolah,” katanya.
Amran menegaskan kehilangan orang tua tidak boleh membuat anak-anak korban kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.
Ia berharap anak-anak tersebut dapat menyelesaikan pendidikan hingga jenjang yang tinggi.
“Kami harapkan anak-anak yang ditinggalkan itu pendidikannya tinggi dan doakan orang tuanya yang telah gugur dalam tugas,” ujarnya.
Satu Anggota Keluarga Diberi Kesempatan Bekerja di Bulog
Selain bantuan pendidikan, pemerintah juga memberikan dukungan terhadap keberlanjutan ekonomi keluarga.
Satu orang dari masing-masing keluarga korban mendapatkan kesempatan untuk bekerja di Perum Bulog.
Kesempatan tersebut diharapkan dapat menjadi sumber penghidupan bagi keluarga setelah kehilangan anggota keluarga yang selama ini menjadi tulang punggung.
Bagi keluarga almarhumah Afrida Rapi, dukungan tersebut menjadi harapan besar.
Yohanis Tonglo, suami Afrida, menceritakan anak pertamanya sempat berniat menghentikan kuliah agar dapat bekerja dan membantu adik-adiknya.
“Anak saya yang pertama merangkul saya dan membisikkan, ‘Pak, biar saya berhenti kuliah saja, supaya saya bisa kerja membantu adik-adik saya.’ Tapi Tuhan ternyata Maha Besar,” tutur Yohanis.
Ia kemudian menyampaikan apresiasi kepada Mentan Amran dan Direktur Utama Bulog atas dukungan pendidikan serta kesempatan kerja yang diberikan kepada keluarganya.
Menurut Yohanis, bantuan tersebut memberikan dukungan besar agar anak-anaknya tetap dapat melanjutkan pendidikan.
Keluarga Willy Mbuik Juga Mendapat Dukungan
Dukungan serupa diterima keluarga almarhum Willy Mbuik.
Minto Mbuik, kakak almarhum, menjadi salah satu anggota keluarga yang mendapatkan kesempatan bekerja di Bulog.
Minto mengatakan kesempatan tersebut sebelumnya tidak pernah dibayangkan oleh keluarganya.
“Ini hal yang tidak kami cari, tidak pernah kami bayangkan sebelumnya, tapi hari ini mungkin cara Tuhan untuk kami keluarga dapatkan,” katanya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pertanian dan Direktur Utama Bulog atas dukungan yang diberikan.
Sementara itu, Tiur Hutagalung, istri almarhum dokter hewan Alfonsius Mehan, juga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Kementerian Pertanian.
Tiur mengatakan dirinya bersyukur masih diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan yang terjadi.
Pemkab Jayawijaya Apresiasi Perhatian Kementan
Perhatian kepada keluarga korban juga diapresiasi Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Johanis Hendri, menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas dukungan yang diberikan kepada keluarga pegawai yang gugur.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, dalam hal ini Bapak Bupati dan Bapak Wakil, mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pertanian atas perhatian, dukungan, dan pemberian kerja kepada anak, saudara, dan rekan kami yang menjadi korban di Jayawijaya,” ujar Johanis.
Mentan Amran mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan kepedulian pemerintah kepada keluarga para pegawai yang telah mengabdikan diri dalam pelayanan pertanian dan masyarakat.
Ia berharap bantuan pendidikan dan kesempatan kerja tersebut dapat menjadi bekal bagi keluarga untuk melanjutkan kehidupan.
Amran juga berpesan agar pendidikan anak-anak korban tetap dijaga hingga selesai.
“Jaga anak-anaknya. Bina anak-anaknya. Jaga dia supaya tamat sekolah,” pesan Amran.
(Red)




