Mahyeldi Dorong Pendidikan Sumbar Cetak Tokoh Baru

Mitradharma.com – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menegaskan pendidikan menjadi kunci utama untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) sekaligus menghidupkan kembali tradisi Sumbar sebagai daerah yang banyak melahirkan tokoh besar.

Mahyeldi mengatakan Sumbar memiliki potensi SDM yang harus dimaksimalkan agar generasi muda mampu menghadapi perubahan zaman. Penguasaan teknologi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), hingga keterampilan baru dinilai semakin penting.
Hal tersebut disampaikan Mahyeldi saat menerima audiensi Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., bersama rombongan di Istana Gubernuran Sumbar, Jumat (4/9/2026).

Menurut Mahyeldi, perhatian terhadap pendidikan tidak terlepas dari sejarah panjang Sumbar yang dikenal sebagai daerah yang melahirkan banyak tokoh nasional.

“Kalau kita berbicara tentang tokoh dan masa lalu, makanya kita konsen dengan pendidikan. Secara historis, resources kita adalah sumber daya manusia. Makanya sumber daya yang ada sekarang ini kita maksimalkan,” kata Mahyeldi.

Namun, Mahyeldi menilai Sumbar tidak bisa hanya mengandalkan keberhasilan dan kejayaan masa lalu. Perubahan zaman membuat kebutuhan terhadap kompetensi generasi muda juga ikut berubah.

Ia menegaskan generasi saat ini harus dipersiapkan dengan kemampuan yang sesuai dengan tantangan masa depan. Salah satunya melalui penguasaan teknologi dan keterampilan digital.

“Kalau kita kembali ke belakang lagi, enggak mungkin. Karena itu, resources yang ada sekarang ini harus kita maksimalkan,” tegasnya.

Guru Jadi Kunci Penguatan SDM
Mahyeldi menyebut penguatan SDM harus dimulai dari dunia pendidikan. Dalam proses tersebut, peningkatan kapasitas guru menjadi salah satu bagian penting.
Guru memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan peserta didik. Selain menyampaikan pengetahuan, guru juga dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi sehingga metode pembelajaran tetap relevan.

BACA JUGA  PP Polri Payakumbuh Dilantik, Kapolres Tekankan Peran Purnawirawan

Karena itu, Mahyeldi menyambut baik peluang kerja sama dengan PB PGRI dalam meningkatkan kompetensi guru di Sumbar.
Kolaborasi tersebut secara khusus diarahkan pada penguatan kemampuan guru dalam bidang artificial intelligence (AI) dan coding.

Mahyeldi menyebut pengembangan kapasitas di bidang teknologi sebelumnya juga telah dilakukan di Universitas Negeri Padang (UNP).
Menurutnya, kemampuan teknologi perlu terus diperkuat agar guru tidak tertinggal oleh perubahan yang berlangsung cepat.

Perkembangan AI, misalnya, telah membawa perubahan terhadap berbagai bidang. Kondisi tersebut membuat dunia pendidikan juga perlu menyesuaikan diri agar kemampuan yang diberikan kepada generasi muda tetap sesuai dengan kebutuhan masa depan.

Sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumbar dan PB PGRI diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kualitas guru sekaligus mempersiapkan SDM yang lebih siap menghadapi perubahan zaman.

PB PGRI Siapkan Pelatihan AI dan Coding
Sementara itu, Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi mengatakan kedatangannya ke Sumbar juga berkaitan dengan agenda Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) PGRI Sumbar yang digelar di Hotel Truntum. Unifah meminta Gubernur Mahyeldi untuk membuka kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Unifah menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas guru dan pendidikan di Sumbar. Menurutnya, Sumbar memiliki reputasi pendidikan yang baik secara nasional.

PB PGRI juga mendorong Sumbar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi guru.

“Kami ingin mendorong Sumatera Barat untuk meraih pendidikan yang emas. PGRI Sumatera Barat terlibat dalam program kami, termasuk melatih guru-guru menguasai artificial intelligence dan coding,” kata Unifah.

Menurut Unifah, pelatihan AI dan coding dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan guru menghadapi perkembangan teknologi.
PB PGRI menawarkan pelatihan secara daring. Skema tersebut dinilai dapat memperluas jangkauan pelatihan sehingga lebih banyak guru dapat mengikuti peningkatan kompetensi tanpa harus menghadiri kegiatan secara langsung.
Selain menjangkau lebih banyak peserta, pelatihan daring juga dinilai lebih efisien dari sisi biaya.

BACA JUGA  Solar Langka di Sumbar, Mahyeldi Desak Pertamina Segera Bertindak

Dalam kerja sama tersebut, PB PGRI siap menyediakan materi pelatihan serta tenaga pelatih. Sementara itu, pemerintah daerah dapat memberikan dukungan berupa fasilitas dan kebutuhan teknis yang diperlukan.

Ingin Tradisi Melahirkan Tokoh Kembali
Unifah juga menyoroti berkurangnya kemunculan tokoh-tokoh baru dari Sumbar.
Ia mengingatkan bahwa Sumbar memiliki sejarah panjang dalam melahirkan tokoh besar yang berkiprah di tingkat nasional. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan PB PGRI ingin mendorong penguatan pendidikan di daerah ini.

“Kami bangga dengan Sumatera Barat, tapi jujur agak decline belakangan ini. Kita tahu tokoh-tokoh besar banyak lahir dari sini. Mana yang baru? Dan kami melihat Bapak Gubernur serius untuk menghidupkan tradisi itu kembali itu. Itulah yang mendorong kami datang ke sini,” ujar Unifah.

Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya pendidikan tidak hanya dilihat dari pencapaian akademik, tetapi juga sebagai sarana membangun generasi yang memiliki kemampuan untuk berkontribusi lebih luas.

Bagi Sumbar, penguatan kualitas guru menjadi salah satu langkah penting untuk mencapai tujuan tersebut. Mahyeldi menilai potensi SDM yang dimiliki Sumbar saat ini harus dimanfaatkan secara maksimal. Generasi muda tidak cukup hanya memiliki pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan formal, tetapi juga membutuhkan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan teknologi.

Penguasaan AI dan coding menjadi salah satu kemampuan yang mulai didorong dalam peningkatan kompetensi guru. Melalui kerja sama antara Pemprov Sumbar dan PB PGRI, peningkatan kemampuan guru diharapkan dapat menjangkau lebih banyak tenaga pendidik.
Dengan guru yang semakin siap menghadapi perkembangan teknologi, proses pembelajaran juga diharapkan mampu mempersiapkan peserta didik menghadapi kebutuhan masa depan.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari keinginan untuk menghidupkan kembali tradisi Sumbar sebagai daerah yang mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas dan tokoh-tokoh yang memiliki kontribusi besar bagi bangsa.

BACA JUGA  1.000 ASN Solok Dilatih AI, Wali Kota: Bukan Pengganti ASN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Artikel Teratas

TERPOPULER