Mitradharma.com – Jambore Kader PKK Sumatera Barat 2026 resmi dipusatkan di Istana Bung Hatta, Kota Bukittinggi. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Wirakarya Jambore Kader PKK ke-XXII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 1 hingga 3 September 2026 dan diikuti Tim Penggerak (TP) PKK dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Bukittinggi dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan yang mempertemukan kader PKK dari berbagai daerah tersebut. Rangkaian kegiatan dipusatkan di Istana Bung Hatta pada Rabu, 2 September 2026.
Ketua Pelaksana Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat 2026, Ny. Arymbi Ari, mengatakan kegiatan tersebut mengangkat tema “Bersinergi, Berprestasi dan Menginspirasi Melalui 10 Program Pokok PKK Membangun Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045.”
Tema tersebut menjadi landasan pelaksanaan berbagai kegiatan selama jambore. Tidak hanya perlombaan, agenda juga diisi kegiatan edukatif, sosial, kesehatan, hingga aktivitas yang mendorong keterlibatan kader dan masyarakat.
Diikuti 19 Kabupaten dan Kota
Jambore Kader PKK Sumatera Barat 2026 diikuti TP PKK dari 19 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.
Kehadiran para kader dari seluruh daerah tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan tingkat provinsi. Jambore tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan sinergi antar-kader PKK.
Sejumlah agenda utama telah disiapkan dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut.
Salah satunya adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PKK dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat.
Selain itu, dilakukan penyerahan penghargaan Piagam Adhi Bhakti Tingkat Pertama, Madya dan Utama kepada penerima penghargaan.
Penghargaan tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian kegiatan HKG PKK ke-54 tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Ada Bantuan untuk 100 Kader dan Masyarakat
Jambore Kader PKK Sumatera Barat 2026 juga memiliki agenda sosial.
Panitia menyiapkan bantuan sosial untuk 100 kader PKK dan masyarakat kurang mampu. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumatera Barat.
Kegiatan sosial ini menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kader dan masyarakat yang membutuhkan. Selain agenda sosial, rangkaian jambore juga menghadirkan berbagai kegiatan yang menggabungkan unsur kompetisi, edukasi, kesehatan, serta penguatan peran kader.
Beragam Perlombaan dan Kegiatan Edukatif
Menurut Ny. Arymbi Ari, berbagai perlombaan menjadi bagian dari rangkaian Jambore Kader PKK tingkat provinsi. Perlombaan yang digelar antara lain defile, paduan suara, cerdas cermat, Cakap Gelari Pelangi, kampanye pengelolaan sampah, serta bermain peran Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Peserta juga mengikuti senam bersama dan outbound.
Tidak berhenti pada kegiatan perlombaan, panitia juga menyiapkan sejumlah agenda edukatif.
Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan kesehatan dan sosialisasi keamanan pangan. Ada pula kajian keagamaan dan muhasabah sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
Bagi pelaku usaha, kegiatan ini turut menyediakan Bazar UP2K PKK dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Bazar tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang memberikan ruang bagi produk UP2K PKK dan UMKM untuk diperkenalkan kepada peserta maupun masyarakat.
Menguatkan Peran Gerakan PKK
Dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli TP PKK Provinsi Sumatera Barat, Ny. Dianita Maulin Vasko, turut menyampaikan sejarah singkat Gerakan PKK.
Menurut penjelasan yang disampaikan, Gerakan PKK bermula dari Seminar Home Economic di Bogor pada 1957. Gerakan tersebut kemudian berkembang menjadi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga pada 1961.
Perkembangannya berlanjut hingga menjadi gerakan yang berskala nasional. Pada 1984, gerakan tersebut disempurnakan menjadi Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. Gerakan PKK memiliki landasan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Tujuannya adalah mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, mandiri, dan memiliki kepribadian dalam budaya bangsa melalui pelaksanaan 10 Program Pokok PKK.
Dianita mengatakan, selama lebih dari setengah abad, PKK terus berkembang sebagai gerakan sosial kemasyarakatan. PKK juga menjadi mitra pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Jambore Jadi Ruang Sinergi Kader
Pelaksanaan Jambore Kader PKK ke-XXII dan HKG PKK ke-54 di Bukittinggi mempertemukan kader dari 19 kabupaten dan kota dalam satu rangkaian kegiatan.
Selain kompetisi, kegiatan tersebut diisi agenda sosial dan edukasi yang berkaitan dengan keluarga, kesehatan, keamanan pangan, lingkungan, hingga penguatan UMKM.
Tema yang diusung juga menempatkan 10 Program Pokok PKK sebagai bagian penting dalam membangun keluarga berkualitas.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Jambore Kader PKK Sumatera Barat 2026 menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, meningkatkan prestasi, serta mendorong kader agar terus berperan dalam pemberdayaan keluarga dan masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan di Kota Bukittinggi berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 September 2026. Istana Bung Hatta menjadi salah satu pusat kegiatan dalam agenda tingkat Provinsi Sumatera Barat tersebut.




