Investasi Danantara Didorong Percepat Infrastruktur Sumbar

Mitradharma.com – Investasi Danantara untuk Sumatera Barat didorong Gubernur Sumbar Mahyeldi sebagai salah satu upaya mempercepat pengembangan sejumlah infrastruktur strategis di daerah.
Usulan dukungan investasi tersebut disampaikan Mahyeldi saat bertemu Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Dalam pertemuan itu, Mahyeldi menyampaikan sejumlah sektor yang dinilai strategis untuk mendapatkan dukungan investasi. Sektor tersebut meliputi pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur dan kawasan Muara Padang, pembangunan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga mendorong percepatan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) serta Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di Sumbar.

Menurut Mahyeldi, pengembangan infrastruktur tersebut berkaitan dengan upaya menyelaraskan potensi daerah dengan agenda pembangunan nasional.
Salah satu perhatian utama adalah penguatan ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Mahyeldi Ingin Potensi Sumbar Terhubung dengan Agenda Nasional
Mahyeldi mengatakan, Sumatera Barat memiliki sejumlah potensi dan kebutuhan strategis yang perlu dihubungkan dengan agenda pembangunan nasional.
Dukungan investasi dinilai dapat membantu mempercepat pengembangan infrastruktur yang sudah ada maupun proyek yang direncanakan.

“Yang kita dorong adalah bagaimana potensi dan kebutuhan strategis Sumbar dapat terhubung dengan agenda pembangunan nasional. Dengan dukungan investasi, kita ingin infrastruktur yang ada dapat berkembang dan memberikan dampak yang lebih besar bagi perekonomian masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, pengembangan infrastruktur tidak hanya ditujukan untuk membangun fasilitas fisik. Investasi juga diharapkan memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian masyarakat Sumatera Barat.

Karena itu, sektor energi menjadi salah satu bagian penting dalam usulan yang disampaikan kepada Danantara.

Lima Proyek Energi Diusulkan
Untuk sektor energi, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengusulkan lima proyek yang membutuhkan total investasi sekitar Rp5,35 triliun.
Investasi tersebut diusulkan untuk periode 2027-2029.

BACA JUGA  Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan TNI-Polri

Lima proyek yang masuk dalam usulan tersebut mencakup pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dan pembangkit listrik tenaga gas.
Proyek pertama adalah PLTS Terapung Singkarak dengan kapasitas 50 MWac/76 MWp.
Proyek kedua yaitu PLTS Sijunjung Ground Mounted dengan kapasitas 50 MWac/76 MWp.

Selanjutnya terdapat PLTS Mentawai untuk dediselisasi dengan kapasitas 30 MWac/47 MWp.
Proyek PLTS Mentawai tersebut juga dilengkapi dengan Battery Energy Storage System atau sistem penyimpanan energi menggunakan baterai.
Proyek keempat adalah PLTS Pessel Bukik Ameh dengan kapasitas 50 MW.
Sementara proyek kelima adalah PLTG Sijunjung Blok Sinamar dengan kapasitas 25 MW.

Kelima proyek tersebut menjadi bagian dari usulan investasi sektor energi yang diharapkan dapat mendukung kebutuhan dan ketahanan sistem kelistrikan Sumatera Barat.

Ditargetkan Perkuat Sistem Kelistrikan
Mahyeldi menjelaskan bahwa proyek-proyek energi yang diusulkan memiliki sejumlah tujuan.
Pengembangan pembangkit tersebut diharapkan dapat memperkuat reserve margin sistem kelistrikan Sumatera Barat.

Reserve margin berkaitan dengan cadangan kapasitas pembangkit yang tersedia dalam sistem kelistrikan. Selain memperkuat sistem kelistrikan, proyek tersebut juga diharapkan meningkatkan bauran energi baru terbarukan di Sumatera Barat.
Peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan menjadi salah satu tujuan yang diharapkan dapat dicapai melalui pengembangan sejumlah proyek PLTS.

Pada saat yang sama, pembangunan PLTG Sijunjung Blok Sinamar diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan potensi gas bumi yang tersedia.
Pengembangan berbagai proyek tersebut juga diharapkan membuka peluang investasi baru di Sumatera Barat.

Dampaknya diharapkan tidak hanya berupa pembangunan infrastruktur energi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru.

PLTS Mentawai untuk Kurangi Ketergantungan PLTD
Salah satu proyek yang mendapat perhatian khusus adalah PLTS Mentawai untuk dediselisasi.
Proyek tersebut dirancang dengan kapasitas 30 MWac/47 MWp dan dilengkapi Battery Energy Storage System.

BACA JUGA  Perlinsos Digital Bukittinggi Diperkuat, Data Bansos Makin Akurat

Menurut Mahyeldi, pengembangan PLTS Mentawai diharapkan dapat memperkuat sistem kelistrikan di wilayah tersebut.
Selain itu, proyek tersebut juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Dengan demikian, pengembangan PLTS Mentawai diharapkan memberikan dukungan terhadap sistem energi sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber energi terbarukan.

Infrastruktur Strategis Jadi Fokus Investasi
Usulan kepada Danantara tidak hanya mencakup sektor energi.
Pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur dan kawasan Muara Padang juga menjadi bagian dari sektor infrastruktur strategis yang didorong mendapatkan dukungan investasi. Selain itu, Pemprov Sumbar mengusulkan dukungan terkait percepatan penetapan WPR dan IPR.

Dengan berbagai usulan tersebut, Pemprov Sumbar berupaya menghubungkan potensi daerah dengan agenda pembangunan nasional melalui dukungan investasi.
Mahyeldi berharap dukungan investasi dapat mempercepat pengembangan infrastruktur sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Khusus sektor energi, lima proyek dengan total kebutuhan investasi sekitar Rp5,35 triliun telah diusulkan untuk periode 2027-2029.

Kelima proyek itu mencakup PLTS Terapung Singkarak, PLTS Sijunjung Ground Mounted, PLTS Mentawai untuk dediselisasi, PLTS Pessel Bukik Ameh dan PLTG Sijunjung Blok Sinamar.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menilai pengembangan proyek-proyek tersebut penting untuk memperkuat sistem kelistrikan, meningkatkan bauran energi baru terbarukan, memanfaatkan potensi gas bumi, serta membuka peluang investasi dan lapangan kerja.

Pertemuan Mahyeldi dengan COO Danantara Dony Oskaria menjadi bagian dari upaya mendorong agar kebutuhan strategis Sumatera Barat dapat terhubung dengan dukungan investasi untuk pembangunan daerah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Artikel Teratas

TERPOPULER