Mitradharma.com – Hotspot Dharmasraya di dua lokasi berhasil diamankan oleh Satgas Polres Dharmasraya bersama warga pada Minggu (30/8/2026) malam. Titik panas tersebut terpantau berada di Panyubarangan, Kecamatan Timpeh, dan Padang Bungur Abai, Kecamatan Koto Besar.
Hotspot di dua wilayah tersebut terpantau sekitar pukul 18.45 WIB. Setelah menerima informasi mengenai keberadaan titik api, Satgas Polres Dharmasraya bersama masyarakat langsung melakukan penanganan di lokasi.
Di Panyubarangan, Kecamatan Timpeh, proses pemadaman dipantau langsung oleh Kapolsek Koto Agung Sitiung, Iptu Andria Eriza SH. Ia turun bersama personel dan warga untuk memastikan titik api dapat dikendalikan.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Api di lokasi Panyubarangan berhasil dipadamkan sehingga tidak lagi terlihat titik api yang menyala.
Kondisi cuaca juga membantu proses pemadaman. Hujan yang turun di kawasan tersebut turut membantu Satgas Polres Dharmasraya dan warga dalam mengendalikan api.
Kapolsek Turun Langsung ke Lokasi
Kapolsek Koto Agung Sitiung Iptu Andria Eriza SH berada langsung di titik hotspot Panyubarangan ketika penanganan dilakukan.
Ia bersama personel kepolisian dan warga tidak hanya melakukan pemadaman. Setelah api dinyatakan hilang, mereka masih bertahan di lokasi untuk memastikan tidak ada bagian yang masih terbakar.
Dalam laporannya, Iptu Andria menyampaikan bahwa kondisi di lokasi berada dalam keadaan terkendali.
“Lapor komandan pada malam ini, kita tengah berada di lokasi kebakaran. Sampai saat ini untuk 815, hujan, untuk titik api sudah hilang, situasi masih terkendali. Kita bersama warga masih di lokasi mencari memastikan apakah masih ada api yang belum mati atau masih menyala,” ucap Iptu Andrian dalam laporan dari lokasi.
Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam.
Langkah itu penting karena titik api yang terlihat sudah hilang belum tentu seluruh bagian yang terbakar telah benar-benar aman. Karena itu, petugas bersama warga tetap melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi.
Hotspot Koto Besar Juga Diamankan
Selain Panyubarangan di Kecamatan Timpeh, hotspot juga terpantau di Padang Bungur Abai, Kecamatan Koto Besar.
Satgas Polres Dharmasraya bersama warga juga bergerak melakukan penanganan terhadap titik api di wilayah tersebut.
Hotspot di Padang Bungur Abai berhasil diamankan sehingga kedua titik yang terpantau pada Minggu malam dapat dikendalikan.
Penanganan secara bersama antara petugas dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi kebakaran di wilayah Dharmasraya.
Keberadaan warga di sekitar lokasi juga membantu petugas dalam melakukan penanganan dan pemantauan titik api.
Satgas Masih Pantau Hotspot
Meskipun dua hotspot telah berhasil diamankan, Satgas Polres Dharmasraya belum menghentikan pemantauan.
Hingga berita ini diturunkan, personel Satgas Polres Dharmasraya masih melakukan pemantauan terhadap titik-titik hotspot yang terbakar.
Pemantauan juga dilakukan terhadap lokasi yang berpotensi mengalami kebakaran selama musim kemarau.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api yang dapat berkembang menjadi kebakaran lebih luas.
Satgas terus memantau kondisi di sejumlah wilayah yang memiliki potensi terbakar. Pengawasan dilakukan terhadap titik yang sebelumnya terbakar maupun kawasan yang berpotensi muncul hotspot baru.
Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan kebakaran. Pada penanganan hotspot Panyubarangan, hujan yang turun turut membantu proses pemadaman.
Namun, setelah api padam, petugas tetap melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada api yang masih menyala.
Kerja Sama Petugas dan Warga Jadi Kunci
Penanganan hotspot di Panyubarangan dan Padang Bungur Abai menunjukkan pentingnya kerja sama antara aparat dan masyarakat.
Satgas Polres Dharmasraya tidak bekerja sendiri. Warga di sekitar lokasi turut membantu proses pemadaman dan pengecekan kondisi titik api.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran, terutama ketika titik api ditemukan di wilayah yang membutuhkan tindakan cepat.
Dengan adanya laporan dan pemantauan langsung, petugas dapat segera mengetahui kondisi di lapangan dan mengambil langkah penanganan.
Di Panyubarangan, Kapolsek Koto Agung Sitiung bahkan berada langsung di lokasi untuk memastikan proses pengendalian api berjalan.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas dan warga masih berada di lokasi untuk mencari kemungkinan adanya bara atau api yang belum sepenuhnya mati.
Waspadai Potensi Kebakaran Saat Kemarau
Satgas Polres Dharmasraya masih memberikan perhatian terhadap potensi munculnya hotspot selama musim kemarau.
Dua titik yang terpantau pada Minggu malam menjadi bagian dari wilayah yang mendapatkan penanganan dan pemantauan.
Hotspot Panyubarangan Kecamatan Timpeh berhasil dikendalikan setelah petugas bersama warga melakukan pemadaman dan pengecekan. Hujan yang turun juga membantu proses tersebut.
Sementara itu, hotspot di Padang Bungur Abai Kecamatan Koto Besar juga berhasil diamankan melalui kerja sama Satgas Polres Dharmasraya dengan masyarakat.
Hingga Senin (31/8/2026), pemantauan terhadap titik-titik yang sebelumnya terbakar dan wilayah yang berpotensi terbakar masih dilakukan.
Pemantauan tersebut menjadi langkah untuk mencegah api kembali muncul dan berkembang.
Kecepatan penanganan menjadi hal penting dalam menghadapi hotspot. Ketika titik api segera diketahui dan ditangani, potensi kebakaran yang lebih luas dapat ditekan.
Penanganan dua hotspot pada Minggu malam juga memperlihatkan bahwa koordinasi antara Satgas Polres Dharmasraya dan warga dapat membantu mengendalikan api.
Saat ini, kondisi di titik Panyubarangan dilaporkan terkendali dan api telah hilang. Petugas bersama warga tetap melakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada api yang kembali menyala.
Satgas Polres Dharmasraya juga masih melakukan pemantauan penuh terhadap titik-titik hotspot yang terbakar serta kawasan yang berpotensi terbakar selama musim kemarau.
Editor: Mitra Yuyanti




