Mitadharma.com – Gaya hidup digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Ponsel pintar, internet, media sosial, aplikasi pesan, layanan perbankan, hingga berbagai platform kerja membuat banyak aktivitas dapat dilakukan tanpa harus berpindah tempat. Teknologi memang membuat hidup lebih praktis. Namun, kemudahan tersebut juga membutuhkan kebiasaan yang sehat. Terlalu sering memeriksa ponsel, terus mengikuti notifikasi, atau menghabiskan waktu dengan menggulir media sosial dapat membuat seseorang sulit benar-benar beristirahat.
Konsep kesejahteraan digital atau digital wellness muncul untuk membantu manusia menggunakan teknologi secara lebih sadar. International Telecommunication Union (ITU) menjelaskan bahwa kesejahteraan digital berkaitan dengan pengaruh interaksi digital terhadap kondisi mental, emosional, dan fisik seseorang. Prinsip utamanya adalah mencari keseimbangan agar teknologi meningkatkan kualitas hidup, bukan justru menguranginya.
Hidup Modern Semakin Bergantung pada Layar
Bangun tidur, banyak orang langsung melihat ponsel. Sebelum tidur, ponsel kembali berada di tangan. Di antara dua waktu tersebut, layar juga hadir saat bekerja, belajar, berkomunikasi, berbelanja, mencari informasi, menikmati hiburan, hingga mengurus kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa teknologi bukan lagi sekadar alat tambahan. Teknologi telah menjadi bagian dari rutinitas.
Masalahnya bukan terletak pada penggunaan teknologi itu sendiri. Teknologi dapat membantu manusia menyelesaikan pekerjaan, mendapatkan informasi, berkomunikasi dengan keluarga, serta mengakses berbagai layanan.
Kementerian Kesehatan juga menilai digitalisasi penting untuk memperkuat layanan kesehatan nasional. Pada 2026, Kementerian Kesehatan menyebut transformasi digital sebagai bagian penting dalam penguatan sistem kesehatan dan pengembangan ekosistem kesehatan digital.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Jadi, meninggalkan teknologi sepenuhnya bukan solusi.
Yang lebih penting adalah belajar menggunakannya dengan tepat.
Bukan Berapa Lama, tetapi Untuk Apa
Salah satu kesalahan dalam membahas gaya hidup digital adalah menganggap semua waktu di depan layar memiliki dampak yang sama.
Padahal, seseorang bisa menggunakan ponsel selama beberapa jam untuk bekerja, mengikuti pembelajaran, berbicara dengan keluarga, membaca informasi, atau membuat karya.
Aktivitas tersebut berbeda dengan menghabiskan waktu tanpa tujuan dengan terus menggulir konten.
PDSKJI Denpasar Bali menjelaskan bahwa jenis aktivitas digital juga perlu diperhatikan. Penggunaan aktif seperti berkomunikasi, belajar, atau membuat konten dapat berbeda dengan penggunaan pasif seperti menggulir media sosial tanpa interaksi.
Karena itu, pertanyaan yang lebih berguna bukan hanya, “Berapa lama saya menggunakan ponsel?”
Pertanyaan yang lebih penting adalah, “Apa yang saya lakukan dengan ponsel selama waktu tersebut?”
Notifikasi Kecil Bisa Mengganggu Fokus
Notifikasi merupakan salah satu bagian yang sering membuat seseorang kembali membuka ponsel. Pesan masuk, komentar, promosi, berita, pembaruan aplikasi, dan berbagai pemberitahuan lainnya dapat muncul sepanjang hari.
Tidak semua notifikasi tersebut membutuhkan respons segera.
Google dalam materi Digital Wellbeing menyarankan pengurangan gangguan dengan mengatur notifikasi dan menggunakan fitur seperti Focus Mode untuk membantu pengguna berkonsentrasi pada pekerjaan yang sedang dilakukan.
Kebiasaan sederhana seperti mematikan notifikasi yang tidak penting dapat membuat ponsel lebih terkendali.
Ponsel seharusnya membantu manusia mengatur aktivitas.
Bukan manusia yang terus-menerus mengikuti bunyi ponsel.
Buat Waktu Tanpa Layar
Gaya hidup digital yang sehat tidak berarti seseorang harus membuang semua perangkat.
Justru, salah satu cara yang lebih realistis adalah membuat waktu tertentu bebas dari layar.
Misalnya ketika sedang makan bersama keluarga, berbicara dengan pasangan, melakukan aktivitas fisik, atau menjelang tidur.
European Commission juga menyarankan adanya momen tanpa layar dan pengurangan notifikasi yang tidak penting sebagai bagian dari upaya menciptakan keseimbangan digital.
Waktu tanpa layar memberikan kesempatan kepada pikiran untuk tidak terus menerima informasi baru.
Kebiasaan ini juga membantu seseorang membedakan waktu untuk bekerja, berkomunikasi, menikmati hiburan, dan beristirahat.
Manfaatkan Fitur Kesehatan Digital
Pengguna tidak harus mengandalkan kemauan sendiri.
Berbagai perangkat sudah menyediakan fitur untuk membantu mengendalikan penggunaan aplikasi.
Pada perangkat Android tertentu, fitur Kesehatan Digital dapat menunjukkan berapa lama seseorang menggunakan aplikasi, seberapa sering perangkat dibuka, dan berapa banyak notifikasi yang diterima. Pengguna juga dapat memasang timer aplikasi dan menjadwalkan perubahan tertentu pada perangkat.
Dukungan Google
Google juga menyediakan fitur seperti Mode Fokus dan Mode Waktu Tidur. Mode Fokus dapat menjeda aplikasi yang dianggap mengganggu, sedangkan Mode Waktu Tidur dapat membantu mengurangi gangguan pada malam hari.
Fitur tersebut bukan sekadar hiasan di dalam ponsel.
Jika digunakan dengan benar, fitur tersebut dapat membantu seseorang mengetahui kebiasaan digitalnya sendiri.
Jangan Biarkan Media Sosial Mengatur Suasana Hati
Media sosial memberikan banyak manfaat.
Pengguna dapat terhubung dengan teman, mendapatkan informasi, mengikuti komunitas, mempromosikan usaha, atau membagikan karya.
Namun, pengguna juga perlu memilih lingkungan digital yang sehat.
Meta menyarankan pengguna untuk membatasi jaringan dengan orang yang dikenal dan menggunakan fitur seperti senyap, berhenti mengikuti, atau memblokir akun yang membuat pengalaman online menjadi tidak nyaman.
Artinya, pengguna memiliki hak untuk mengatur apa yang masuk ke dalam linimasa.
Tidak semua konten harus diikuti.
Tidak semua komentar harus dibalas.
Tidak semua perdebatan harus diikuti sampai selesai.
Gaya hidup digital yang sehat membutuhkan kemampuan untuk memilih.
Privasi Juga Bagian dari Gaya Hidup Digital
Menjadi pengguna digital yang cerdas bukan hanya soal mengatur waktu layar.
Keamanan dan privasi juga penting.
Seseorang perlu berhati-hati ketika membagikan informasi pribadi, mengunggah foto, memberikan izin aplikasi, atau berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal.
Jejak digital juga perlu diperhatikan. Meta menyebut bahwa salah satu bagian dari kesejahteraan digital adalah menjaga jejak digital yang baik ketika seseorang memposting atau berinteraksi secara online.
Sebelum mengunggah sesuatu, pengguna dapat membiasakan diri bertanya sederhana:
Apakah informasi ini memang perlu dibagikan?
Apakah orang lain perlu mengetahui hal tersebut?
Apakah unggahan ini bisa menimbulkan masalah di kemudian hari?
Kebiasaan berpikir sebelum mengunggah dapat menjadi perlindungan sederhana tetapi penting.
Teknologi Harus Membantu, Bukan Mengendalikan
Gaya hidup digital pada akhirnya bukan perlombaan untuk memiliki perangkat terbaru.
Bukan pula tentang berapa banyak aplikasi yang terpasang di ponsel.
Intinya adalah bagaimana teknologi digunakan untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik.
Ponsel dapat digunakan untuk bekerja lebih cepat. Internet dapat digunakan untuk belajar.
Aplikasi dapat membantu mengatur keuangan.
Media sosial dapat digunakan untuk menjaga hubungan.
Layanan digital dapat membuat berbagai kebutuhan menjadi lebih mudah.
Namun, semua manfaat tersebut akan lebih terasa ketika pengguna tetap memiliki kendali.
ITU menekankan bahwa kesejahteraan digital membutuhkan keseimbangan antara manfaat teknologi dan potensi dampaknya terhadap manusia.
Karena itu, hidup di era digital tidak berarti harus selalu online.
Ada saatnya terhubung dengan internet.
Ada saatnya mematikan notifikasi.
Ada saatnya meletakkan ponsel.
Ada saatnya berbicara langsung dengan keluarga.
Ada saatnya menikmati suasana sekitar tanpa harus mengabadikannya.
Gaya hidup digital yang sehat bukan tentang menjauhi teknologi, tetapi tentang menggunakan teknologi secara sadar. Ketika manusia mampu menentukan kapan harus menggunakan perangkat dan kapan harus berhenti, teknologi dapat kembali pada fungsi utamanya: menjadi alat yang membantu kehidupan, bukan sesuatu yang menguasai kehidupan.




