DJKI Dorong Deteksi Dini dan Vaksinasi Cegah Kanker Serviks

Mitradharma.com – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum mendorong perempuan meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini dan vaksinasi sebagai langkah pencegahan kanker serviks. Upaya tersebut dilakukan melalui seminar kesehatan bertema “Sayangi Dirimu: Deteksi Dini dan Vaksinasi untuk Hidup Lebih Sehat, Perempuan Berdaya, Bebas Kanker Serviks”.

Seminar digelar di Aula Niko Kansil, Lantai 8 Gedung DJKI, Jakarta, Selasa, 1 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti 200 peserta dari lingkungan Kementerian Hukum. Peserta seminar terdiri atas pegawai DJKI, purnabakti DJKI, pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan, serta tenaga kesehatan di lingkungan Kementerian Hukum.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Tessa Harumdila, mengatakan kesehatan merupakan kebutuhan pokok yang memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas pegawai.

Menurut Tessa, kondisi kesehatan seseorang dapat memengaruhi berbagai aktivitas. Ketika kesehatan terganggu, dampaknya dapat dirasakan terhadap kinerja, pikiran maupun kegiatan sehari-hari.

“Terganggunya kesehatan dapat mempengaruhi kinerja, pikiran, dan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan pegawai terus dilakukan,” ujar Tessa.

Pengetahuan Kesehatan Perlu Ditingkatkan

Tessa mengatakan perhatian terhadap kesehatan tidak hanya dilakukan melalui pelayanan kesehatan. Pengetahuan masyarakat mengenai penyakit dan cara mencegahnya juga perlu terus ditingkatkan.

Perkembangan penyakit perlu diikuti dengan pemahaman mengenai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung upaya pencegahan maupun penyembuhan.

Menurutnya, kebutuhan pelayanan kesehatan bagi pejabat, pegawai dan keluarga pegawai Kementerian Hukum menjadi salah satu alasan pentingnya memperluas pemahaman mengenai berbagai penyakit.

Pemahaman tersebut mencakup pengetahuan mengenai risiko penyakit serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.

“Dengan mengikuti seminar kesehatan ini, kita akan lebih mengenal berbagai macam penyakit dan cara pencegahannya,” kata Tessa.

BACA JUGA  Apel Kehormatan di Solok, 170 Pahlawan Kembali Dikenang

Melalui seminar tersebut, DJKI ingin memberikan ruang bagi pegawai dan keluarga untuk memperoleh informasi kesehatan secara langsung dari narasumber yang dihadirkan.

Bahas Pap Smear dan Vaksinasi HPV

Pada kegiatan yang sama, drg. Hasnah menjelaskan bahwa seminar kesehatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Salah satu perhatian utama dalam seminar adalah pencegahan kanker serviks.

Hasnah menjelaskan, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai deteksi dini melalui pemeriksaan Pap smear serta vaksinasi HPV sebagai langkah pencegahan kanker serviks.

Kedua hal tersebut menjadi bagian dari materi edukasi yang diberikan kepada peserta seminar.

“Kami berharap seminar ini dapat meningkatkan pengetahuan pegawai dan keluarga di lingkungan Kementerian Hukum mengenai pentingnya deteksi dini dan vaksinasi untuk pencegahan kanker serviks,” ujar Hasnah.

Edukasi tersebut diharapkan dapat membuat peserta lebih memahami pentingnya mengenali risiko penyakit sejak dini.

Seminar juga memberikan pemahaman mengenai langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan.

Hadirkan Dokter sebagai Narasumber

Seminar kesehatan DJKI menghadirkan dr. Arief Ghazali, Sp.OG sebagai narasumber. Sementara itu, dr. Aryo bertindak sebagai moderator.

Kehadiran narasumber dan moderator tersebut mendukung pelaksanaan seminar sebagai kegiatan edukasi kesehatan bagi peserta.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh informasi mengenai pentingnya mengenali risiko penyakit sejak dini dan berbagai langkah pencegahan yang dapat dilakukan.

Materi mengenai deteksi dini dan vaksinasi menjadi bagian penting dalam seminar karena kegiatan tersebut secara khusus mengangkat tema pencegahan kanker serviks.

Hasnah berharap kegiatan seminar kesehatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin di lingkungan DJKI.

Menurutnya, kepedulian terhadap kesehatan perlu dibangun secara berkelanjutan.

Kepedulian tersebut penting agar setiap individu dapat menjalankan aktivitas dan mempertahankan produktivitas dengan kondisi fisik yang lebih baik.

BACA JUGA  Anggaran KKP 2027 Disetujui Rp16,65 Triliun

Ia juga mengajak peserta memaknai kegiatan tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap kesehatan.

“Ketika kita memaknai hari ini menjadi hari yang luar biasa, maka kita akan keluar dari ruangan ini menjadi orang yang luar biasa. Setidaknya, melalui kepedulian kita terhadap nilai hakiki kesehatan,” ujar Hasnah.

Diikuti 200 Peserta

Seminar kesehatan yang berlangsung di Gedung DJKI tersebut diikuti sebanyak 200 peserta.

Peserta berasal dari beberapa unsur di lingkungan DJKI dan Kementerian Hukum.

Mereka terdiri atas pegawai DJKI, purnabakti DJKI, pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan, serta tenaga kesehatan.

Keikutsertaan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dalam kegiatan ini tidak hanya ditujukan kepada pegawai aktif.

Purnabakti, organisasi pendamping pegawai, serta tenaga kesehatan di lingkungan Kementerian Hukum juga menjadi bagian dari peserta.

Melalui kegiatan tersebut, DJKI mendorong peningkatan pemahaman mengenai kesehatan, khususnya terkait pentingnya deteksi dini dan vaksinasi untuk pencegahan kanker serviks.

Seminar juga menjadi bagian dari perhatian DJKI terhadap kesehatan pegawai dan keluarga di lingkungan Kementerian Hukum.

Dengan meningkatnya pengetahuan mengenai risiko penyakit dan langkah pencegahan, peserta diharapkan dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan.

DJKI juga berharap edukasi kesehatan dapat terus dilakukan sehingga kepedulian terhadap kesehatan menjadi bagian dari keseharian pegawai dan keluarga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Artikel Teratas

TERPOPULER