Mitradharma.com – Keracunan MBG di Batang, Jawa Tengah, membuat Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang dicopot dari jabatannya setelah ratusan warga mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, membenarkan pencopotan tersebut pada Kamis, 24 September 2026.
“Benar (dicopot), segera kita gantikan,” ujar Ketut.
Selain mencopot kepala SPPG, BGN juga menghentikan sementara operasional SPPG Bawang. Penghentian tersebut dilakukan dengan kategori suspend berat untuk kepentingan penanganan dan investigasi.
411 Warga Terdampak
Kasus keracunan MBG tersebut terjadi di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Kamis, jumlah warga yang terdampak mencapai 411 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 170 orang masih menjalani rawat inap, sementara sebagian korban lainnya telah mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan pulang.
Data jumlah korban tersebut merupakan perkembangan dari pendataan yang dilakukan di lapangan. Sebelumnya, BGN melaporkan 219 orang terdampak hingga Kamis pukul 03.00 WIB, terdiri dari 132 orang yang menjalani rawat inap dan 87 orang rawat jalan di tujuh fasilitas kesehatan. Data kemudian terus diperbarui.
BGN Lakukan Investigasi
BGN memastikan penanganan terhadap warga yang terdampak menjadi bagian dari langkah setelah kejadian tersebut. Investigasi juga dilakukan untuk mengetahui secara jelas persoalan yang terjadi dalam penyediaan makanan MBG di SPPG Bawang.
Dalam pemeriksaan awal, BGN menemukan adanya ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) pengolahan makanan. Salah satu temuan berkaitan dengan waktu pengolahan makanan yang dilakukan lebih awal.
Namun, BGN menegaskan temuan awal tersebut masih menjadi bagian dari proses investigasi. Penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami warga belum dapat disimpulkan sebelum seluruh pemeriksaan selesai.
Kasus ini menjadi perhatian karena jumlah warga yang terdampak mencapai ratusan orang. BGN menyatakan proses penanganan dan investigasi akan terus dilakukan untuk memastikan kejadian tersebut dapat ditangani secara menyeluruh.
(Red)




