Sekolah Alam Cikole Dorong Event Jalan Santai Masuk KEN 2027

Mitradharma.com – Sekolah Alam Cikole mendorong pengembangan kegiatan wisata yang menggabungkan olahraga, lingkungan, budaya, dan kearifan lokal. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menggelar lomba jalan santai sepanjang 2 kilometer di Lembah Puspa, Desa Cikole, Bandung Barat, pada 30 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut digagas Martika Edison, pendiri Sekolah Alam, wisata dan budaya Desa Cikole. Jalan santai ini terbuka untuk semua umur dan mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga informasi tersebut disampaikan, ratusan peserta disebut telah mendaftarkan diri.
Rencana kegiatan itu juga muncul setelah Kementerian Pariwisata mengajak pemerintah daerah mempersiapkan berbagai event unggulan untuk didaftarkan dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2027.

Dalam siaran pers Kementerian Pariwisata di Jakarta, 19 Agustus 2026, disebutkan bahwa KEN merupakan program unggulan Kementerian Pariwisata yang menghadirkan berbagai event berkualitas dan telah melalui proses kurasi dari daerah di Indonesia.
Bagi Martika Edison, pengembangan event di Desa Cikole tidak hanya berkaitan dengan kegiatan hiburan. Ia ingin aktivitas yang digelar dapat memperkenalkan lingkungan sekaligus budaya lokal kepada masyarakat yang datang.

Jalan Santai 2 Kilometer di Lembah Puspa
Jalan santai di Lembah Puspa dijadwalkan berlangsung pada 30 Agustus 2026. Peserta akan mengikuti rute sepanjang sekitar 2 kilometer di kawasan tersebut.
Edison mengatakan kegiatan ini dibuat untuk semua kelompok umur. Antusiasme masyarakat juga disebut cukup tinggi karena hingga saat ini sudah ada ratusan peserta yang mendaftar.
Menurut Edison, kegiatan tersebut juga akan dihadiri pejabat daerah serta utusan dari Kementerian Kehutanan atau pejabat tinggi Perhutani. Kehadiran para pihak tersebut diharapkan dapat memberikan perhatian terhadap potensi kawasan Lembah Puspa dan Desa Cikole.

“Kita bersama akan mengadakan event lomba jalan santai sepanjang 2 Km di Lembah Puspa ini yang alhamdulillah peminat sudah ratusan mendaftar,” ungkap Edison.

BACA JUGA  Gempa NTT: Prabowo Gerak Cepat, 50 Ribu Paket Sembako Dikirim

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengembangan event lokal yang mengangkat potensi kawasan secara langsung. Peserta tidak hanya mengikuti aktivitas olahraga, tetapi juga berada di lingkungan alam yang menjadi bagian dari identitas Desa Cikole.

Sekolah Alam Kenalkan Lingkungan dan Budaya
Martika Edison merupakan penggagas Sekolah Alam, wisata dan budaya Desa Cikole. Konsep yang dikembangkan menempatkan alam, lingkungan, budaya, dan ekologi sebagai bagian penting dalam kegiatan pembelajaran.
Menurut Edison, keberadaan Sekolah Alam ditujukan agar masyarakat, khususnya para pecinta alam, tidak hanya menikmati kawasan alam. Mereka juga diharapkan memahami cara beraktivitas di alam dengan pengetahuan dasar yang tepat serta mengenal budaya masyarakat setempat.

“Kita dirikan sekolah alam ini agar para pecinta alam seperti pendaki gunung bisa mengenal teknik-teknik dasar hingga aplikasi kultural alam yang kita hadapi nantinya,” kata Edison.

Konsep tersebut sekaligus menjadi upaya mempertemukan kegiatan wisata alam dengan pengetahuan mengenai lingkungan dan kearifan lokal.
Dengan demikian, kawasan alam tidak hanya dipandang sebagai lokasi kunjungan. Lingkungan juga menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi masyarakat dan wisatawan.

Lembah Puspa Punya Sejarah Lokal
Pengembangan wisata di Desa Cikole juga tidak terlepas dari sejarah kawasan Lembah Puspa. Aba Ganda, 70 tahun, merupakan tetua adat sekaligus penjaga Lembah Puspa Cikole.
Aba Ganda menjelaskan bahwa kawasan tersebut sebelumnya dikenal dengan nama Cikole Gede. Nama Lembah Puspa kemudian digunakan pada 2022 setelah kawasan tersebut semakin banyak dikunjungi.

“Lembah Puspa ini dulu namanya Cikole Gede dan pada tahun 2022 karena banyak pengunjungnya diberi nama Lembah Puspa sesuai konsep awalnya daerah ini punya lembah,” tutur Aba Ganda.

Keterangan dari tetua adat tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kawasan wisata juga memiliki kaitan dengan sejarah dan penamaan lokal yang berkembang di masyarakat.
Hal ini menjadi salah satu alasan konsep Sekolah Alam tidak hanya berfokus pada lingkungan, tetapi juga memasukkan unsur budaya.

BACA JUGA  Fashion Show SISSCa 2026, Songket Silungkang Tampil Makin Memukau

Sekolah Alam Akan Bekerja Sama dengan BUMDes
Selain menggelar event jalan santai, Sekolah Alam Desa Cikole juga akan dikembangkan melalui kerja sama dengan BUMDes Cikole.
Edison bersama Aba Ganda mengatakan Sekolah Alam tersebut telah mendapatkan izin dari pemerintah daerah hingga pemerintah desa. Kerja sama dengan BUMDes Cikole selanjutnya diarahkan untuk menjalankan konsep yang mencakup alam, lingkungan, budaya, dan ekologi.
Konsep tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan potensi Desa Cikole dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan serta kearifan lokal.

Kegiatan jalan santai pada 30 Agustus 2026 menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan konsep tersebut kepada masyarakat secara lebih luas.
Di sisi lain, ajakan Kementerian Pariwisata untuk mempersiapkan event unggulan menuju KEN 2027 memberikan ruang bagi daerah untuk mengembangkan kegiatan yang memiliki daya tarik dan karakter khas.

Bagi Desa Cikole, potensi alam Lembah Puspa, budaya lokal, serta konsep Sekolah Alam dapat menjadi bagian dari kekuatan yang ditawarkan melalui kegiatan pariwisata berbasis masyarakat.
Edison dan Aba Ganda menyampaikan keterangan tersebut saat dikonfirmasi media pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Pengembangan event di Lembah Puspa selanjutnya akan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Desa Cikole melalui kegiatan yang memadukan olahraga, wisata alam, lingkungan, budaya, dan edukasi. (Erman Chaniago)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Artikel Teratas

TERPOPULER