Zakat Jadi Kekuatan Ekonomi, Khairunas Dorong UPZ Sekolah Bergerak

Mitradharma.com – Bupati Solok Selatan H. Khairunas mendorong agar zakat tidak hanya dipahami sebagai kewajiban umat Islam, tetapi juga dimanfaatkan sebagai kekuatan sosial dan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Khairunas saat menghadiri Sosialisasi Zakat bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Sekolah se-Kabupaten Solok Selatan di Padang Aro, Selasa, 15 September 2026.

Menurut Khairunas, zakat memiliki potensi besar untuk membantu pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Potensi tersebut, menurutnya, dapat diwujudkan apabila zakat dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Pengelolaan yang baik membuat zakat tidak berhenti pada kegiatan pengumpulan dan penyaluran. Dana zakat juga dapat diarahkan untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Khairunas menyebut sejumlah bidang yang dapat didukung melalui pengelolaan zakat, antara lain pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan usaha kecil, hingga penanggulangan bencana.

“Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga sarana membantu masyarakat yang membutuhkan, mengurangi kesenjangan dan memperkuat ekonomi umat,” ujar Khairunas.

UPZ Sekolah Punya Peran Strategis
Dalam kegiatan tersebut, Khairunas juga memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan UPZ Sekolah di Kabupaten Solok Selatan.
Ia menilai UPZ Sekolah memiliki peran penting dalam membangun kesadaran berzakat sejak dini.

Menurutnya, sekolah tidak hanya memiliki tugas mencerdaskan peserta didik melalui pendidikan akademik. Lingkungan sekolah juga menjadi tempat penting untuk menanamkan nilai keimanan, kepedulian dan tanggung jawab sosial.

Karena itu, UPZ Sekolah diharapkan tidak hanya berfokus pada kegiatan pengumpulan zakat.
UPZ juga diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi guru, tenaga kependidikan dan peserta didik mengenai zakat, infak dan sedekah.

Edukasi tersebut dinilai penting agar pemahaman mengenai zakat tidak hanya bersifat teoritis, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Khairunas menilai kebiasaan berbagi yang ditanamkan di lingkungan sekolah dapat membentuk kepedulian sosial peserta didik.

BACA JUGA  Bukittinggi Cerdas Salurkan Zakat Rp338,8 Juta untuk 847 Pelajar

“Ketika guru membiasakan berbagi dan memberikan pemahaman tentang zakat, nilai kepedulian itu akan tumbuh menjadi karakter anak-anak kita,” kata Khairunas.

Membentuk Generasi Peduli
Bupati Solok Selatan tersebut menilai pembiasaan terhadap nilai kepedulian perlu dilakukan sejak anak-anak berada di lingkungan pendidikan.
Guru memiliki posisi penting karena berinteraksi langsung dengan peserta didik. Keteladanan guru dalam berbagi dan memberikan pemahaman mengenai zakat dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter.

Melalui keberadaan UPZ Sekolah, pendidikan mengenai zakat, infak dan sedekah dapat berjalan bersamaan dengan pendidikan formal.
Harapannya, peserta didik tidak hanya memahami kewajiban berzakat, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kondisi orang lain yang membutuhkan.
Khairunas mengatakan pembiasaan tersebut penting dalam membentuk generasi Solok Selatan yang cerdas, beriman dan peduli terhadap sesama.

Zakat dan Kesejahteraan Masyarakat
Dorongan Khairunas juga menunjukkan bahwa zakat memiliki dimensi sosial dan ekonomi yang cukup luas.
Ketika dikelola dengan baik, zakat dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Dukungan tersebut dapat mencakup sejumlah bidang, mulai dari pengurangan kemiskinan hingga pemberdayaan usaha kecil.
Dalam konteks pendidikan, keberadaan UPZ Sekolah juga dapat memperkenalkan nilai berbagi kepada warga sekolah.

Dengan demikian, kegiatan zakat tidak hanya berorientasi pada penghimpunan dana, tetapi juga membangun kesadaran sosial.
Khairunas menekankan pentingnya pengelolaan zakat secara profesional, transparan dan akuntabel. Prinsip tersebut diperlukan agar kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat tetap terjaga.

Sosialisasi ini dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok Selatan, para Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, Ketua BAZNAS Kabupaten Solok Selatan Zulfajriadi, S.Pd., M.Hum., serta perwakilan UPZ Sekolah se-Kabupaten Solok Selatan.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman mengenai pengelolaan zakat di lingkungan sekolah.

BACA JUGA  Harga TBS Sawit Solsel Didorong Lebih Pasti, Petani Swadaya Jadi Sorotan

Bagi Solok Selatan, zakat tidak hanya ditempatkan sebagai kewajiban keagamaan. Zakat juga didorong menjadi bagian dari kekuatan sosial yang dapat membantu masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian antarsesama.

Melalui UPZ Sekolah, nilai tersebut diharapkan dapat dikenalkan sejak dini. Anak-anak yang terbiasa memahami zakat, infak, sedekah dan berbagi diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
Pada akhirnya, penguatan UPZ Sekolah bukan hanya berkaitan dengan pengumpulan zakat. Lebih jauh, keberadaannya diharapkan menjadi bagian dari pendidikan karakter dan upaya membangun masyarakat yang saling membantu.

(Hms Solok Selatan/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Artikel Teratas

TERPOPULER