Mitradharma.com – Kabar duka menyelimuti keluarga dan masyarakat Kabupaten Dharmasraya. Prada Luthfi Kusuma Ardhana, prajurit TNI Angkatan Udara dari Komando Pasukan Gerak Cepat (Pasgat), meninggal dunia setelah mengalami sakit saat menjalankan tugas di Jayapura, Papua.
Jenazah Prada Luthfi Kusuma Ardhana kemudian dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.
Pada Senin, 14 September 2026, jenazah tiba dan dibawa ke rumah H. Maulimin J. BA di Jorong Kubang Panjang, Nagari IV Koto Pulau Punjung.
Dari rumah duka tersebut, jenazah kemudian disalatkan sebelum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Taratak, Nagari Ampek Koto Pulau Punjung.
Prosesi pemakaman Prada Luthfi Kusuma Ardhana berlangsung secara kedinasan dengan upacara militer sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum yang telah mengabdikan diri sebagai prajurit TNI AU.
Kepergian Luthfi menjadi duka bagi keluarga. Sosok muda yang memilih jalan pengabdian melalui TNI Angkatan Udara tersebut harus mengakhiri pengabdiannya setelah kurang lebih tiga tahun berdinas.
Prajurit Pasgat TNI AU
Prada Luthfi Kusuma Ardhana merupakan prajurit yang bertugas di lingkungan Komando Pasukan Gerak Cepat TNI AU.
Dalam kedinasannya, ia menjabat sebagai Tabakpan 3 Ru 3 Tonpan 2 Kipan A Yon Parako 464 Brigade Parako 1 Pasgat.
Penempatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdian Luthfi sebagai prajurit TNI Angkatan Udara.
Ia dilaporkan meninggal dunia akibat sakit ketika sedang menjalankan tugas di Jayapura, Papua. Sebelum menjalani pengabdian sebagai prajurit, Luthfi telah melalui rangkaian pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari proses masuk TNI. Pemeriksaan kesehatan tersebut meliputi pemeriksaan fisik luar, fisik dalam, pancaindra serta organ vital.
Setelah dinyatakan mampu melewati proses yang dijalani, Luthfi melanjutkan langkahnya sebagai prajurit TNI AU. Pengabdiannya berlangsung kurang lebih tiga tahun hingga akhirnya ia meninggal dunia saat menjalankan tugas.
Alumni SMAN 2 Pulau Punjung
Di tengah kabar duka tersebut, perjalanan Luthfi sebagai putra daerah Dharmasraya turut dikenang. Luthfi merupakan alumni SMAN 2 Pulau Punjung.
Ia juga merupakan putra dari almarhum Bapak Ardhana, yang dikenal sebagai pelatih marching band sekaligus guru kesenian di Muhammadiyah Pulau Punjung.
Lingkungan pendidikan dan kesenian menjadi salah satu bagian dari latar belakang keluarga Luthfi.
Namun, Luthfi kemudian memilih jalur pengabdian sebagai prajurit TNI Angkatan Udara.
Perjalanan tersebut tidak mudah. Ia dikenal sebagai sosok yang gigih dan memiliki semangat pantang menyerah hingga akhirnya berhasil menembus satuan elite TNI AU.
Pilihan tersebut menunjukkan perjalanan panjang yang telah ditempuhnya untuk menjadi seorang prajurit.
Bagi keluarga dan lingkungan tempatnya tumbuh, perjalanan Luthfi menjadi bagian penting dari kisah hidup seorang anak muda yang memilih mengabdikan dirinya melalui institusi militer.
Dimakamkan di Tanah Kelahiran
Kepulangan jenazah Prada Luthfi Kusuma Ardhana ke Dharmasraya menjadi momen terakhir bagi keluarga dan masyarakat untuk memberikan penghormatan.
Pada Senin, 14 September 2026, jenazah dibawa ke rumah H. Maulimin J. BA di Jorong Kubang Panjang, Nagari IV Koto Pulau Punjung. Setelah berada di rumah duka, jenazah disalatkan.
Selanjutnya, jenazah dibawa ke TPU Taratak, Nagari Ampek Koto Pulau Punjung untuk dimakamkan. Pemakaman dilaksanakan secara kedinasan melalui prosesi militer.
Upacara tersebut menjadi bentuk penghormatan atas pengabdian Luthfi sebagai anggota TNI Angkatan Udara. Masa pengabdian yang dijalani selama kurang lebih tiga tahun menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sebagai prajurit.
Pengabdian yang Dikenang
Meninggal dunia saat menjalankan tugas membuat kepergian Prada Luthfi Kusuma Ardhana meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
Ia bukan hanya seorang prajurit bagi institusinya, tetapi juga anak dari keluarga yang tumbuh dan dikenal di lingkungan masyarakat Pulau Punjung.
Latar belakangnya sebagai alumni SMAN 2 Pulau Punjung dan putra dari seorang pelatih marching band serta guru kesenian Muhammadiyah Pulau Punjung membuat sosoknya memiliki hubungan dengan lingkungan pendidikan di daerah tersebut.
Dari lingkungan tersebut, Luthfi kemudian melanjutkan perjalanan hidupnya ke dunia militer.
Ia memilih menjadi bagian dari TNI Angkatan Udara dan bertugas di satuan Pasgat.
Perjalanan hingga masuk ke satuan elite tersebut menjadi bagian yang dikenang dari sosoknya. Kegigihan dan semangat pantang menyerah disebut menjadi karakter yang mengiringi perjuangannya.
Kini, perjalanan tersebut telah berakhir.
Jenazah Prada Luthfi Kusuma Ardhana telah dimakamkan di TPU Taratak, Nagari Ampek Koto Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, melalui prosesi kedinasan militer.
Tanah kelahirannya menjadi tempat peristirahatan terakhir seorang prajurit muda yang telah menjalani pengabdian sekitar tiga tahun.
Kepulangan tersebut sekaligus menjadi penghormatan terakhir bagi keluarga, masyarakat dan institusi tempat Luthfi mengabdikan dirinya.
Kisah Prada Luthfi Kusuma Ardhana menjadi pengingat bahwa di balik seragam seorang prajurit terdapat perjalanan panjang, perjuangan, keluarga dan cita-cita yang telah dilalui sebelum menjalankan tugas sebagai bagian dari TNI Angkatan Udara.
(Mitra Yuyanti)




