Lapas Dharmasraya Perkuat Kewaspadaan Hadapi Unjuk Rasa dan Karhutla

Mitradharma.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dharmasraya memperkuat kewaspadaan jajaran petugas untuk menghadapi potensi gangguan keamanan serta dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah tersebut dilakukan melalui Apel Peningkatan Kewaspadaan yang digelar di Lapas Kelas III Dharmasraya, Kamis, 27 Agustus 2026. Apel menjadi bagian dari langkah preventif untuk memastikan seluruh petugas siap menghadapi perkembangan situasi di lingkungan Lapas maupun kondisi darurat yang dapat terjadi di wilayah sekitar.

Apel diikuti oleh jajaran petugas Lapas Kelas III Dharmasraya. Dalam kegiatan tersebut, petugas mendapatkan penekanan mengenai pentingnya kewaspadaan, kesiapsiagaan, serta koordinasi dalam menjalankan tugas.
Peningkatan kewaspadaan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya unjuk rasa dan berbagai dampak yang dapat ditimbulkan oleh karhutla. Petugas diminta tidak lengah terhadap perkembangan situasi yang berpotensi memengaruhi keamanan dan ketertiban.

Petugas Diminta Tetap Siaga
Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, seluruh petugas Lapas Kelas III Dharmasraya diingatkan agar bekerja sesuai prosedur yang berlaku.
Pengawasan terhadap lingkungan Lapas juga perlu terus ditingkatkan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi keamanan dan ketertiban tetap terjaga, terutama ketika terdapat potensi gangguan yang membutuhkan respons cepat.

Kesiapsiagaan menjadi hal penting karena situasi keamanan dapat berkembang sewaktu-waktu. Karena itu, petugas tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas rutin, tetapi juga harus siap menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan secara cepat dan terukur.
Selain pengawasan, koordinasi dan komunikasi antarpetugas menjadi perhatian dalam apel tersebut. Koordinasi yang baik diperlukan agar setiap perkembangan situasi dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta prosedur.

Antisipasi Dampak Karhutla
Apel peningkatan kewaspadaan juga berkaitan dengan antisipasi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang dapat memberikan dampak terhadap lingkungan sekitar Lapas.
Salah satu kondisi yang perlu diantisipasi adalah kemungkinan munculnya kabut asap. Kondisi tersebut dapat memengaruhi lingkungan dan kesehatan apabila terjadi peningkatan paparan asap.

BACA JUGA  Bupati Solok Selatan Tegaskan Disiplin ASN, Kinerja Jadi Sorotan

Karena itu, kesiapan petugas menjadi bagian penting dalam menghadapi kemungkinan dampak karhutla. Dengan kewaspadaan yang lebih baik, berbagai potensi gangguan diharapkan dapat diketahui dan ditangani sejak awal.
Lapas Kelas III Dharmasraya menempatkan kesiapsiagaan sebagai bagian dari upaya menjaga pelaksanaan tugas tetap berjalan dengan baik. Petugas diharapkan mampu merespons setiap kondisi yang muncul secara profesional dan bertanggung jawab.

Ferdika Canra Tekankan Koordinasi
Kalapas Kelas III Dharmasraya, Ferdika Canra, menegaskan bahwa seluruh jajaran harus selalu berada dalam kondisi siap menghadapi perkembangan situasi.
Ia meminta petugas tetap waspada tanpa kehilangan ketenangan dalam menjalankan tugas. Menurutnya, setiap tindakan harus dilakukan berdasarkan prosedur yang berlaku.

“Kita harus selalu waspada, tetap tenang, dan menjalankan tugas sesuai prosedur. Koordinasi dan komunikasi antarpetugas harus terus diperkuat agar setiap perkembangan situasi dapat ditangani dengan baik,” tegas Ferdika.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa kewaspadaan tidak berarti petugas harus bertindak secara berlebihan. Setiap potensi gangguan perlu dihadapi dengan langkah yang terukur, sesuai prosedur dan berdasarkan kondisi yang terjadi di lapangan.
Koordinasi antarpetugas juga menjadi faktor penting untuk memastikan informasi mengenai perkembangan situasi dapat tersampaikan dengan baik. Dengan komunikasi yang kuat, petugas dapat mengambil langkah yang sesuai ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan.

Komitmen Menjaga Keamanan Lapas
Pelaksanaan apel pada Kamis, 27 Agustus 2026, menunjukkan komitmen Lapas Kelas III Dharmasraya untuk memperkuat kesiapan jajaran dalam menghadapi berbagai kemungkinan.
Fokusnya tidak hanya pada keamanan dan ketertiban di dalam Lapas, tetapi juga kesiapan menghadapi kondisi lingkungan yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan tugas.
Seluruh petugas diharapkan mampu menjalankan tanggung jawab secara profesional, responsif, dan tetap berpedoman pada prosedur.

BACA JUGA  Padang Jajaki Kerja Sama Korea Selatan untuk Atasi Sampah

Melalui peningkatan kewaspadaan tersebut, Lapas Kelas III Dharmasraya berupaya memastikan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan cepat, tepat, dan terukur.
Kesiapsiagaan juga menjadi bagian dari upaya menjaga agar pelaksanaan tugas pemasyarakatan tetap berlangsung dalam kondisi aman dan tertib. Dengan memperkuat pengawasan, komunikasi, serta koordinasi, jajaran Lapas diharapkan mampu menghadapi setiap perkembangan situasi secara bertanggung jawab.

Apel tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh petugas bahwa kewaspadaan harus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas. Situasi yang berkaitan dengan keamanan, unjuk rasa, maupun dampak karhutla membutuhkan kesiapan dan respons yang sesuai prosedur.
Dengan demikian, Lapas Kelas III Dharmasraya terus mendorong seluruh jajarannya untuk tidak lengah, tetap tenang, serta mengutamakan koordinasi dalam menghadapi setiap kondisi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

(Rijal Af)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Artikel Teratas

TERPOPULER