Jembatan Sikabu dan Anduriang Rp218 Miliar, Mulai Dibangun November

Mitradharma.com – Pembangunan Jembatan Sikabu dan Jembatan Anduriang di Kabupaten Padang Pariaman mendapat kepastian dukungan anggaran pemerintah pusat. Total anggaran yang disebutkan untuk pembangunan dan program terkait mencapai Rp218 miliar, dengan pekerjaan pembangunan jembatan direncanakan mulai pada November 2026.

Kepastian tersebut menjadi kabar penting bagi masyarakat Padang Pariaman, terutama wilayah yang membutuhkan konektivitas jalan dan jembatan yang lebih kuat setelah terdampak bencana.
Pembangunan kedua jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan infrastruktur di Sumatera Barat. Pemerintah pusat memberikan dukungan melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang dilaksanakan secara bertahap.

Anggaran Jembatan Jadi Kabar Baik
Dukungan anggaran tersebut disebut dapat terealisasi setelah Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memenuhi berbagai persyaratan administrasi dan teknis.
Perjuangan pemerintah daerah dalam memenuhi persyaratan tersebut mendapat apresiasi. Upaya itu dinilai menjadi salah satu faktor penting sehingga anggaran pembangunan dapat diturunkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

“Kabar baik yang diinformasikan atas perjuangan kita semua, terutama Pak Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis yang sudah bekerja keras memperjuangkan dan memenuhi seluruh syarat administrasi dan teknis, sehingga anggaran ini bisa diturunkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PU,” ujar Andre.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur yang terdampak bencana sekaligus meningkatkan ketahanan fasilitas umum di Sumatera Barat.
Pembangunan jembatan menjadi penting karena infrastruktur tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarkawasan, tetapi juga mendukung mobilitas masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Jembatan Anduriang Dapat Anggaran Rp47 Miliar
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyambut baik kepastian dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan Jembatan Sikabu dan Jembatan Anduriang.
Khusus Jembatan Anduriang, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp47 miliar.
John Kenedy berharap anggaran tersebut dapat digunakan untuk membangun jembatan yang kuat, kokoh, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA  BAZNAS Padang Panjang Salurkan Rp4 Juta untuk PORSADIN VII Sumbar

“Harapan kita, dengan anggaran yang cukup tinggi Rp47 miliar, tentu insyaallah akan dibangun jembatan yang kokoh dan sesuai dengan keinginan masyarakat,” ujar John Kenedy.

Pernyataan tersebut menunjukkan harapan pemerintah daerah agar pembangunan tidak hanya menyelesaikan kebutuhan konektivitas, tetapi juga menghasilkan infrastruktur yang mampu digunakan dalam jangka panjang.
Dengan dukungan anggaran tersebut, pembangunan Jembatan Anduriang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang menggunakan jalur tersebut.

Jembatan Sikabu Jadi Perhatian
Selain Jembatan Anduriang, Jembatan Sikabu menjadi salah satu infrastruktur yang mendapat perhatian khusus pemerintah daerah.
Bupati John Kenedy mengatakan Jembatan Sikabu telah dua kali roboh akibat banjir. Kondisi tersebut menjadi alasan penting agar pembangunan kembali jembatan dilakukan dengan memperhatikan kekuatan konstruksi dan ketahanan terhadap bencana.

“Jembatan Sikabu itu sudah dua kali roboh. Mudah-mudahan pembangunan yang ketiga kali ini jembatan itu betul-betul kuat, kokoh, bertahan lama, dan bisa bertahan kalau terjadi banjir lagi. Begitu juga Jembatan Anduriang,” katanya.

Pemerintah daerah berharap pembangunan kali ini dapat menghasilkan jembatan yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
Harapan tersebut juga berkaitan dengan kondisi wilayah yang pernah mengalami dampak banjir. Infrastruktur yang berada di kawasan rawan bencana membutuhkan perhatian terhadap aspek ketahanan agar tidak mudah mengalami kerusakan ketika terjadi bencana kembali.

Pemerintah Pusat Siapkan Rp19 Triliun
Dukungan untuk pembangunan infrastruktur di Padang Pariaman merupakan bagian dari program yang lebih luas di Sumatera Barat.
Andre menyebut pemerintah pusat telah menyiapkan sekitar Rp19 triliun untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat.
Anggaran tersebut tidak dicairkan sekaligus. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap mulai 2025 hingga 2028.

“Sekali lagi, inilah bentuk komitmen Presiden Prabowo yang sudah menyiapkan anggaran Rp19 triliun untuk dana rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatera Barat. Dana rehab rekon ini akan dicairkan secara bertahap dari 2025 sampai 2028,” katanya.

BACA JUGA  Penanaman Mangrove di Padang Pariaman, TNI-Polri Perkuat Kepedulian Lingkungan

Program tersebut disebut sebagai bentuk komitmen Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi setelah bencana di Sumatera Barat.
Kabupaten Padang Pariaman menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian dalam program pemulihan tersebut karena termasuk wilayah terdampak bencana.

Normalisasi Batang Anai Ikut Didorong
Selain pembangunan Jembatan Sikabu dan Jembatan Anduriang, pemulihan infrastruktur di Padang Pariaman juga mencakup program normalisasi Batang Anai.
Program tersebut diharapkan dapat mendukung upaya memperkuat ketahanan wilayah terhadap dampak bencana.
Pembangunan jembatan dan normalisasi sungai memiliki keterkaitan dengan pemulihan konektivitas serta perlindungan infrastruktur. Jembatan yang kuat membutuhkan lingkungan sekitar yang juga mendapat perhatian dalam penanganan risiko bencana.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap seluruh program tersebut dapat berjalan sesuai rencana.

Ditargetkan Beri Manfaat Jangka Panjang
Kepastian pembangunan Jembatan Sikabu dan Jembatan Anduriang menjadi bagian dari upaya mengembalikan konektivitas masyarakat Padang Pariaman.
Rencana dimulainya pembangunan pada November 2026 diharapkan menjadi langkah awal untuk menghadirkan infrastruktur yang lebih kuat dan mampu mendukung aktivitas masyarakat.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya pembangunan yang memperhatikan ketahanan terhadap bencana. Hal tersebut menjadi perhatian khusus karena Jembatan Sikabu telah dua kali mengalami kerusakan akibat banjir.
Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR, kementerian dan lembaga terkait, serta masyarakat, berbagai program pemulihan diharapkan dapat terlaksana tepat waktu.

Pembangunan tersebut diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan infrastruktur saat ini, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Padang Pariaman.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting agar pembangunan Jembatan Sikabu, Jembatan Anduriang, serta normalisasi Batang Anai dapat berjalan sesuai tujuan.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperbaiki konektivitas sekaligus meningkatkan ketahanan Padang Pariaman dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

BACA JUGA  Perubahan APBD Payakumbuh 2026 Naik Rp139 Miliar, Pendapatan Diproyeksikan Rp789,75 Miliar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Artikel Teratas

TERPOPULER