Mitradharma.com – Sejumlah jalan dan jembatan rusak di Kabupaten Agam mulai mendapat penanganan dari pemerintah daerah. Perbaikan dilakukan di sejumlah titik sebagai upaya meningkatkan akses transportasi dan mendukung aktivitas masyarakat.
Bupati Agam, Benni Warlis, turun langsung meninjau progres pembangunan dan perbaikan infrastruktur tersebut pada Selasa, 1 September 2026.
Peninjauan dilakukan di berbagai lokasi. Bupati melihat langsung perkembangan pekerjaan jalan dan jembatan yang sedang dikerjakan menggunakan beberapa sumber anggaran.
Salah satu pekerjaan yang ditinjau adalah pelebaran ruas Jalan Panta. Proyek tersebut memiliki panjang sekitar 1,7 kilometer dengan anggaran sekitar Rp10,8 miliar.
Pekerjaan pelebaran jalan ini menjadi salah satu bagian dari penanganan infrastruktur yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Agam.
Selain Jalan Panta, terdapat satu paket pekerjaan yang mencakup tiga ruas jalan di tiga wilayah berbeda.
Tiga ruas tersebut berada di Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek; Nagari Lasi, Kecamatan Canduang; serta Nagari Balai Gurah, Kecamatan Ampek Angkek.
Total panjang tiga ruas jalan tersebut sekitar 1,3 kilometer. Pekerjaan itu memiliki nilai anggaran kurang lebih dari Rp2,4 miliar.
Bupati Agam menyampaikan, pekerjaan di sejumlah ruas tersebut memiliki progres yang berbeda. Ruas jalan di Nagari Lasi dan Nagari Balai Gurah telah selesai dikerjakan. Sementara itu, dua ruas lainnya masih berada dalam tahap pengerjaan.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke sejumlah proyek pembangunan jembatan.
Salah satunya adalah Jembatan Tigo Kampuang di Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang. Pembangunan jembatan tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp599 juta.
Bupati juga meninjau Jembatan Kasiak di Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang. Proyek pembangunan jembatan ini memiliki anggaran lebih dari Rp3,5 miliar.
Pembangunan jalan dan jembatan tersebut bersumber dari tambahan Transfer ke Daerah (TKD).
Selain dua jembatan tersebut, Benni Warlis meninjau pembangunan jembatan di Nagari Balingka, Kecamatan IV Koto. Pembangunan jembatan di Balingka memiliki anggaran lebih dari Rp1,1 miliar. Berbeda dengan beberapa pekerjaan sebelumnya, proyek tersebut menggunakan dana sisa Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kebencanaan Tahun 2025.
Bupati Agam: Jalan dan Jembatan Jadi Urat Nadi Masyarakat
Bupati Agam menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan memperbaiki kondisi fisik jalan dan jembatan.
Menurutnya, keberadaan jalan dan jembatan yang layak berkaitan langsung dengan akses serta aktivitas masyarakat sehari-hari.
Benni Warlis menyebut jalan dan jembatan sebagai urat nadi masyarakat. Ketika akses transportasi dalam kondisi baik, mobilitas warga menjadi lebih lancar.
Kondisi jalan yang baik juga membantu masyarakat membawa hasil pertanian keluar dari wilayah produksi. Dengan demikian, aktivitas ekonomi masyarakat dapat bergerak lebih baik.
Pemerintah Kabupaten Agam terus melakukan penanganan terhadap infrastruktur yang mengalami kerusakan secara bertahap.
Pelaksanaan perbaikan disesuaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah serta tingkat kebutuhan di lapangan.
Bupati mengatakan pemerintah ingin memastikan masyarakat memperoleh akses transportasi yang layak.
Karena itu, ruas jalan dan jembatan yang membutuhkan penanganan diperbaiki secara bertahap sesuai dengan prioritas dan kemampuan anggaran.
Peninjauan langsung oleh Bupati Agam juga menjadi bagian dari upaya melihat perkembangan pekerjaan di lapangan.
Dengan adanya perbaikan dan pembangunan tersebut, pemerintah berharap akses masyarakat dapat semakin baik, terutama untuk menunjang mobilitas dan kegiatan ekonomi.
Penanganan infrastruktur ini mencakup pekerjaan jalan, pelebaran jalan, hingga pembangunan jembatan di sejumlah nagari.
Pemerintah daerah menyatakan pembangunan dilakukan secara bertahap. Prioritas diberikan berdasarkan kebutuhan serta kondisi infrastruktur yang memerlukan penanganan.
Dengan pendekatan tersebut, perbaikan tidak dilakukan sekaligus pada seluruh wilayah, tetapi diarahkan pada ruas jalan dan jembatan yang menjadi kebutuhan masyarakat.




