ISPU Dharmasraya Tembus 141, Udara Hari Ini Tidak Sehat

Mitradharma.com – ISPU Dharmasraya mencapai angka 141 pada Senin, 7 September 2026, pukul 06.00 WIB. Kondisi tersebut membuat kualitas udara di Dharmasraya masuk kategori Tidak Sehat.
Data pemantauan menunjukkan indeks PM2.5 berada di angka 93,5. Sementara itu, Indeks Standar Pencemar Udara atau ISPU tercatat 141.

Kondisi udara ini perlu menjadi perhatian masyarakat. Penurunan kualitas udara terjadi di tengah adanya kiriman asap dari daerah tetangga yang mengalami kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla. Selain asap kiriman, sejumlah kejadian kebakaran lahan juga terjadi di wilayah Dharmasraya sendiri.

ISPU 141 Masuk Kategori Tidak Sehat
Angka ISPU 141 berada pada rentang 101 hingga 200. Berdasarkan kategori ISPU, rentang tersebut masuk dalam status Tidak Sehat.
Sebagai gambaran, ISPU 1-50 dikategorikan Baik. Kemudian 51-100 masuk kategori Sedang.
Sementara itu, angka 101-200 berada dalam kategori Tidak Sehat. ISPU 201-300 masuk kategori Sangat Tidak Sehat, sedangkan angka 301 atau lebih masuk kategori Berbahaya.
Dengan angka 141, kualitas udara Dharmasraya pada Senin pagi berada cukup jauh di atas batas kategori Sedang.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena asap akibat kebakaran dapat menyebar dan memengaruhi kualitas udara di wilayah yang terdampak.

Asap Karhutla Jadi Perhatian
Penurunan kualitas udara Dharmasraya disebut dipengaruhi oleh kiriman asap dari daerah tetangga yang sedang mengalami Karhutla.
Kondisi tersebut diperburuk dengan adanya sejumlah kejadian kebakaran lahan di Dharmasraya.

Karena itu, masyarakat diharapkan ikut berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran lahan, terutama selama musim kemarau.
Upaya pencegahan perlu dilakukan secara bersama-sama. Masyarakat diminta saling menjaga dan menghindari berbagai tindakan yang dapat memicu kebakaran.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan.

BACA JUGA  Karhutla Dharmasraya Diantisipasi, Polres Perkuat Satgas

Puntung rokok tidak seharusnya dibuang di lahan yang memiliki potensi terbakar. Masyarakat diminta memastikan puntung rokok benar-benar aman sebelum membuangnya.

Warga Diminta Waspada Saat Beraktivitas
Dengan kondisi udara berada pada kategori Tidak Sehat, masyarakat diharapkan lebih memperhatikan aktivitas di luar ruangan.
Masyarakat dianjurkan memakai masker ketika berada di luar ruangan. Langkah tersebut menjadi salah satu upaya menjaga diri ketika kondisi udara sedang kurang baik.
Selain menggunakan masker, masyarakat juga diimbau banyak minum air putih.
Masyarakat perlu memperhatikan kondisi tubuh masing-masing. Jika mulai merasakan gejala sesak napas, jangan mengabaikannya. Segera periksakan diri kepada petugas kesehatan terdekat apabila mengalami sesak napas.

Cegah Kebakaran Lahan Bersama-sama
Kondisi udara yang tidak sehat menjadi pengingat pentingnya mencegah kebakaran lahan.
Kebakaran bukan hanya dapat menghanguskan lahan, tetapi juga menghasilkan asap yang dapat memengaruhi kualitas udara.

Di Dharmasraya, kondisi tersebut menjadi perhatian karena selain menerima kiriman asap dari daerah tetangga, terdapat pula sejumlah kejadian kebakaran lahan di wilayah sendiri.
Masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah kondisi tersebut semakin meluas.

Kewaspadaan perlu ditingkatkan selama musim kemarau. Hal-hal sederhana seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan di lahan yang mudah terbakar dapat dilakukan untuk membantu mencegah munculnya kebakaran.
Kesadaran bersama menjadi penting karena pencegahan kebakaran tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

Data Senin Pagi Jadi Peringatan
Data pemantauan pada Senin, 7 September 2026, pukul 06.00 WIB menunjukkan PM2.5 93,5 dan ISPU 141.
Status kualitas udara saat itu tercatat Tidak Sehat.
Kondisi tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat Dharmasraya untuk lebih waspada terhadap dampak asap dan potensi kebakaran lahan.

Masyarakat diharapkan ikut menjaga lingkungan, mencegah kebakaran, serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu api di lahan yang berpotensi terbakar.
Di sisi kesehatan, penggunaan masker saat berada di luar ruangan dan memperbanyak minum air putih menjadi langkah yang diimbau untuk dilakukan.

BACA JUGA  25 Ribu Masker Gratis Dibagikan di Kota Solok, Warga Diimbau Waspada Karhutla

Apabila mengalami sesak napas, masyarakat diminta segera memeriksakan diri kepada petugas kesehatan terdekat.
Dengan kewaspadaan dan kepedulian bersama, risiko kebakaran lahan serta dampak asap terhadap masyarakat diharapkan dapat ditekan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Artikel Teratas

TERPOPULER