Mitradharma.com – Kondisi udara di Kabupaten Dharmasraya pada Selasa, 6 Oktober 2026, berada dalam kategori tidak sehat. Data IQAir yang dipantau pada pukul 04.00 WIB menunjukkan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 135 dengan nilai AQI 174.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena masyarakat yang beraktivitas di luar rumah berpotensi terpapar udara yang tidak sehat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara.
Masyarakat Dharmasraya juga dihimbau untuk selalu menggunakan masker ketika berada di luar rumah. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang dianjurkan ketika kondisi udara sedang tidak baik.
DLH juga meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat apabila merasakan gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan kondisi kabut asap.
Data ISPUNET Tebo Lebih Tinggi
Sebagai perbandingan, data dari aplikasi ISPUNET milik Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan kondisi yang jauh lebih tinggi di wilayah terdekat yang menjadi titik pantau.
Pada Selasa, 6 Oktober 2026 pukul 05.00 WIB, titik pantau terdekat dengan Dharmasraya berada di Kabupaten Tebo, tepatnya Kecamatan Tebo Tengah. Data ISPUNET mencatat nilai ISPU sebesar 328 dengan status berbahaya.
Namun, data tersebut merupakan hasil pemantauan dari titik di Kabupaten Tebo dan bukan pengukuran langsung dari wilayah Kabupaten Dharmasraya. Karena itu, angka tersebut perlu dipahami sebagai data pembanding kondisi kualitas udara di wilayah yang berdekatan.
Sementara itu, data IQAir yang digunakan untuk menggambarkan kondisi udara Dharmasraya pada pukul 04.00 WIB mencatat nilai ISPU 135 dengan status tidak sehat.
Perbedaan angka tersebut menunjukkan pentingnya memperhatikan sumber, lokasi titik pemantauan, dan waktu pengukuran ketika membaca informasi mengenai kualitas udara.
Warga Diminta Kurangi Paparan di Luar Rumah
Dengan kondisi udara Dharmasraya yang tercatat tidak sehat berdasarkan data IQAir, masyarakat diimbau tidak mengabaikan kondisi kesehatan, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Penggunaan masker dan kewaspadaan terhadap gejala gangguan kesehatan menjadi langkah yang perlu diperhatikan masyarakat.
Apabila muncul gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan kabut asap atau kondisi udara, masyarakat diminta segera mendatangi puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan.
Kondisi kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan informasi terbaru dari sumber pemantauan kualitas udara dan imbauan dari instansi terkait.
(Red)





