Mitradharma.com – Galodo Arosuka yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, pada Senin malam, 21 September 2026, tidak hanya menimbulkan kepanikan dan duka. Di tengah situasi tersebut, Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I. mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga martabat dan privasi para korban.
H. Candra secara khusus meminta warga tidak menyebarkan foto atau video korban yang tidak pantas, termasuk gambar korban tanpa busana.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak meneruskan dokumentasi yang dapat merendahkan martabat korban maupun mengganggu privasi keluarga yang sedang menghadapi musibah.
“Jangan sebarkan. Jagalah martabat korban. Duka dunsanak kita bukan konten,” pesan H. Candra.
Tidak Semua Dokumentasi Layak Disebar
Menurut H. Candra, kecepatan media sosial dalam menyebarkan informasi harus diimbangi dengan kepedulian dan etika.
Masyarakat diminta tidak langsung membagikan setiap foto atau video yang beredar, terutama jika dokumentasi tersebut menyangkut kondisi korban.
“Tidak semua yang kita lihat harus kita bagikan. Tidak semua yang viral harus kita teruskan,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat berpikir terlebih dahulu sebelum menekan tombol kirim.
Jika sebuah foto atau video tidak membantu proses evakuasi, pencarian korban, penyampaian informasi resmi, atau penyaluran bantuan, masyarakat sebaiknya tidak menyebarkannya.
Informasi Bantuan Justru Penting Disebarkan
Di tengah bencana, H. Candra menilai ada informasi yang justru perlu disebarluaskan karena dapat membantu masyarakat dan petugas.
Informasi mengenai lokasi pengungsian, kebutuhan bantuan, kondisi jalan, proses evakuasi, serta informasi resmi pemerintah dinilai penting untuk diketahui dan dibagikan.
“Ada batas antara informasi dan eksploitasi penderitaan. Ada batas antara dokumentasi dan mempermalukan korban,” ujarnya.
Korban Bukan Objek Tontonan
H. Candra menegaskan bahwa korban bencana bukan objek tontonan di media sosial.
Menurutnya, setiap korban memiliki keluarga yang sedang menghadapi kecemasan, kehilangan, dan trauma akibat bencana.
Karena itu, masyarakat Kabupaten Solok diajak bersama-sama menjaga ruang digital agar tetap manusiawi selama penanganan dampak galodo Arosuka.
Pesan tersebut menjadi pengingat agar penggunaan media sosial tetap memperhatikan etika, terutama ketika informasi yang dibagikan berkaitan dengan korban bencana dan keluarganya.
(Red)




