Razia Gabungan Lapas Dharmasraya Perkuat Deteksi Dini

Mitradharma.com – Lapas Kelas III Dharmasraya menggelar razia gabungan bersama Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memperkuat keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
Razia gabungan Lapas Dharmasraya tersebut menjadi langkah preventif untuk mendeteksi lebih awal potensi gangguan keamanan. Kegiatan ini sekaligus menindaklanjuti arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan agar jajaran meningkatkan kewaspadaan, melakukan razia secara rutin, serta memperkuat sinergi dengan APH.

Petugas Lapas Kelas III Dharmasraya bersama aparat penegak hukum terkait melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah area dan kamar hunian warga binaan.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan tetap mengedepankan sikap humanis, profesional, dan terukur. Seluruh proses dilaksanakan sesuai ketentuan serta prosedur yang berlaku.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini untuk mencegah masuk dan beredarnya barang-barang terlarang yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.

Selain pemeriksaan kamar hunian, petugas juga melaksanakan tes urine. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

Tes urine dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. Pelaksanaannya tetap mengedepankan profesionalitas serta menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Kepala Lapas Kelas III Dharmasraya, Ferdika Canra, mengatakan razia gabungan dan tes urine merupakan bentuk komitmen jajaran Lapas dalam menjaga keamanan dan meningkatkan deteksi dini.

“Razia gabungan dan tes urine ini merupakan bentuk sinergi dan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan Lapas yang aman, tertib, dan kondusif,” ujar Ferdika Canra.

Menurutnya, koordinasi dengan aparat penegak hukum terus diperkuat untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Ferdika juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan narkoba dan masuknya barang-barang terlarang menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi Lapas.

BACA JUGA  Solok Selatan Perketat Pengawasan Proyek, Khairunas: Jangan Tunggu Bermasalah

Ia menyebut kegiatan razia dan pengawasan akan dilaksanakan secara berkala maupun insidentil. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengoptimalkan deteksi dini.

“Sesuai arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, jajaran harus terus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan deteksi dini secara optimal,” katanya.

Ferdika menambahkan, razia dan pengawasan akan terus dilakukan, termasuk melalui berbagai langkah pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba serta masuknya barang-barang terlarang ke dalam Lapas.

Sementara itu, Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) Lapas Kelas III Dharmasraya, Rusja Hendri, menjelaskan bahwa pelaksanaan razia dilakukan secara terukur.
Petugas, kata Rusja, mengutamakan ketelitian dan profesionalitas selama melakukan pemeriksaan. Prosedur yang berlaku juga menjadi dasar dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Dalam pelaksanaan razia, kami melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan tetap mengedepankan prosedur yang berlaku,” ungkap Rusja Hendri.

Ia menjelaskan bahwa tes urine juga menjadi bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan Lapas.
Rusja berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kewaspadaan petugas sekaligus memastikan kondisi Lapas tetap aman dan kondusif.

Menurutnya, sinergi antara Lapas dan APH memiliki peran penting dalam mendukung sistem pengamanan. Koordinasi dan pertukaran informasi antarinstansi diharapkan dapat membantu mendeteksi potensi gangguan sejak awal.

Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mendukung pencegahan gangguan keamanan serta pemberantasan peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami akan terus meningkatkan koordinasi dengan APH dan memastikan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sedini mungkin,” tegas Rusja.

Melalui razia gabungan dan tes urine tersebut, Lapas Kelas III Dharmasraya menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pengamanan dan pembinaan.
Upaya itu diarahkan untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan juga menjadi bagian dari langkah berkelanjutan dalam menjalankan penyelenggaraan pemasyarakatan secara profesional dan berintegritas.

BACA JUGA  Jalan dan Jembatan Agam Mulai Diperbaiki, Anggaran Tembus Rp18 Miliar

Razia gabungan Lapas Dharmasraya berlangsung dalam kondisi aman dan tertib. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat deteksi dini, meningkatkan kewaspadaan, mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba, serta memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum. (PC/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Artikel Teratas

TERPOPULER