Mitradharma.com – Pemerintah Kabupaten Agam kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat yang terdampak bencana. Sebanyak 10 warga korban sambaran petir dan tanah longsor di Kabupaten Agam menerima santunan dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Santunan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Agam, Benni Warlis, kepada para penerima di Mess Pemkab Agam Belakang Balok, Rabu (9/9).
Bantuan ini diberikan kepada warga yang menjadi korban dua kejadian bencana berbeda. Sebagian merupakan korban sambaran petir di Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang. Sementara penerima lainnya adalah warga yang terdampak tanah longsor di Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto.
Dari 10 penerima santunan, terdapat dua ahli waris korban meninggal dunia. Masing-masing ahli waris menerima bantuan sebesar Rp15 juta.
Sementara itu, delapan warga lainnya merupakan korban yang mengalami luka berat. Mereka masing-masing mendapatkan santunan sebesar Rp5 juta.
Dengan demikian, total santunan yang diberikan kepada 10 penerima mencapai Rp70 juta.
Tiga Korban Sambaran Petir
Sebanyak tiga orang penerima santunan merupakan korban sambaran petir yang terjadi di Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang.
Dari tiga korban tersebut, satu orang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut. Sementara dua korban lainnya mengalami luka berat.
Untuk korban yang meninggal dunia, santunan diserahkan kepada ahli waris. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga menghadapi kebutuhan setelah kehilangan anggota keluarga akibat bencana.
Sedangkan dua korban yang mengalami luka berat juga mendapatkan santunan sesuai ketentuan yang diberikan kepada korban luka berat.
Tujuh Korban Tanah Longsor
Selain korban sambaran petir, santunan juga diberikan kepada tujuh warga yang menjadi korban bencana tanah longsor di Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto.
Dari tujuh korban tersebut, satu orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka berat.
Ahli waris korban meninggal dunia menerima santunan sebesar Rp15 juta. Sementara enam korban luka berat masing-masing menerima Rp5 juta.
Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah kepada masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana.
Bantuan Diperjuangkan Pemkab Agam
Santunan yang diterima warga tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Sosial yang diperjuangkan oleh Pemerintah Kabupaten Agam.
Bantuan disalurkan dalam bentuk uang tunai melalui Bank Mandiri kepada para penerima.
Penyaluran santunan dilakukan setelah pemerintah daerah berupaya mendapatkan dukungan bagi warga yang menjadi korban bencana.
Bupati Agam Benni Warlis mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit mengurangi beban keluarga korban yang sedang menghadapi masa sulit.
Menurutnya, nilai bantuan yang diberikan memang tidak sebanding dengan kerugian maupun dampak yang dialami masyarakat akibat bencana. Namun, santunan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada korban dan keluarga yang terdampak.
“Bantuan ini memang tidak seberapa dibandingkan dengan kerugian yang dialami. Namun, ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada korban dan keluarga yang terdampak,” ujar Benni.
Pemkab Agam Pastikan Hadir
Benni Warlis juga menyampaikan rasa duka kepada keluarga korban bencana. Ia mengajak masyarakat yang terdampak untuk tetap tabah dalam menghadapi musibah.
Menurutnya, bencana merupakan ujian dari Allah SWT yang perlu dihadapi dengan ketabahan dan keikhlasan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Agam, kita turut berduka cita. Mudah-mudahan kita tetap tabah dalam menghadapi bencana ini,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya hadir memberikan perhatian kepada masyarakat yang mengalami musibah.
Kehadiran pemerintah, kata Benni, tidak hanya diwujudkan melalui bantuan, tetapi juga melalui perhatian terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana.
Santunan dari Kemensos tersebut diharapkan dapat digunakan untuk membantu memenuhi sebagian kebutuhan keluarga korban, terutama setelah mereka mengalami musibah.
Bagi keluarga korban meninggal dunia, bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi dukungan di tengah kehilangan. Sedangkan bagi korban luka berat, santunan dapat membantu memenuhi kebutuhan setelah mengalami dampak langsung dari bencana.
Benni berharap bantuan yang diterima masyarakat dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban mereka.
“Semoga bantuan ini bisa membantu kebutuhan keluarga korban dan menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang terdampak,” pungkasnya.
Penyaluran santunan kepada 10 warga korban bencana ini menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap masyarakat Kabupaten Agam yang mengalami musibah. Bantuan tersebut juga menunjukkan adanya dukungan pemerintah kepada korban dan keluarga ketika harus menghadapi kondisi sulit setelah bencana.




