Kampung Siaga Bencana Bayua Dikukuhkan, Bantuan Rp154 Juta Disalurkan

Mitradharma.com – Kampung Siaga Bencana (KSB) Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, resmi dikukuhkan pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Kegiatan itu juga dirangkai dengan Simulasi Uji Standar Operasional Prosedur (SOP) KSB. Sebanyak 60 peserta mengikuti kegiatan yang diisi dengan pelatihan teknis dan simulasi untuk menguji kesiapan prosedur penanggulangan bencana di tingkat nagari.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak. Hadir perwakilan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, serta Dinas Sosial Kabupaten Agam.
Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai penanggulangan bencana, tetapi juga dilatih untuk menjalankan prosedur yang telah disiapkan. Simulasi menjadi bagian penting untuk melihat kesiapan KSB dalam menghadapi kondisi darurat.

Kemensos Salurkan Bantuan Rp154,7 Juta
Dalam kegiatan pengukuhan KSB Nagari Bayua, Kemensos RI turut menyalurkan bantuan senilai Rp154.772.500.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di Kecamatan Tanjung Raya.
Penyaluran bantuan ini menjadi salah satu dukungan dalam memperkuat kemampuan masyarakat menghadapi risiko bencana. Dukungan tersebut diharapkan dapat menunjang kesiapan masyarakat dan pihak terkait ketika terjadi kondisi darurat.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Agam, Azmar, yang juga bertindak sebagai panitia, mengatakan kegiatan tersebut memiliki tujuan utama untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, masyarakat perlu memiliki pengetahuan yang memadai mengenai langkah-langkah menghadapi bencana. Kesiapan tersebut penting agar masyarakat dapat mengurangi risiko ketika bencana terjadi.

“Melalui kegiatan ini diharapkan pengetahuan masyarakat terkait penanggulangan bencana di nagari semakin meningkat, sekaligus mampu mengurangi risiko bencana secara kreatif, inovatif, dan terencana,” ujar Azmar.

BACA JUGA  Sunaryo Raih Juara I Penyuluh Pertanian Teladan Nasional

KSB Diharapkan Jadi Wadah Koordinasi
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, selaku pembina apel, menyampaikan apresiasi atas pengukuhan KSB Nagari Bayua.
Ia berharap keberadaan KSB tidak hanya menjadi organisasi yang terbentuk secara administratif. KSB diharapkan dapat menjadi wadah koordinasi bagi masyarakat dan berbagai pihak ketika melakukan penanggulangan bencana.

“Semangat dan selamat atas pengukuhan ini. Semoga ke depannya Kampung Siaga Bencana dapat menjadi media bagi kita untuk berkoordinasi dalam menanggulangi bencana,” ujar Villa Erdi.

Koordinasi menjadi salah satu bagian penting dalam penanganan bencana. Dengan adanya wadah di tingkat nagari, komunikasi antara masyarakat dan pihak yang terlibat dalam penanggulangan bencana diharapkan dapat berjalan lebih terarah.
Pengukuhan KSB Nagari Bayua sekaligus memperkuat peran masyarakat sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan di wilayahnya sendiri.

Kemensos Dorong Masyarakat Semakin Tanggap
Perwakilan Kemensos RI, Giantoro, selaku Analis Kebencanaan, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Agam dan Nagari Bayua atas kerja sama dalam pelaksanaan KSB.
Menurut Giantoro, keberadaan KSB memberikan ruang bagi masyarakat dan pemerintah untuk membangun kerja sama dalam menghadapi potensi bencana.

“Terima kasih telah memberikan wadah dan kesempatan kepada kami untuk bekerja sama dengan Nagari Bayua dalam pelaksanaan Kampung Siaga Bencana. Harapannya, masyarakat ke depan semakin siap dan tanggap dalam menghadapi bencana,” ujarnya.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana. Penanganan bencana tidak hanya membutuhkan peran pemerintah, tetapi juga kesiapan masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak.

Uji SOP Jadi Bagian Penting Kegiatan
Selain pengukuhan, kegiatan di Nagari Bayua juga diisi dengan Simulasi Uji SOP. Simulasi ini dilakukan untuk menguji penerapan prosedur yang digunakan dalam pelaksanaan penanggulangan bencana.
Sebanyak 60 peserta mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan pelatihan teknis sekaligus mengikuti simulasi yang berkaitan dengan SOP KSB.
Melalui simulasi, prosedur yang telah disiapkan dapat diuji dalam kegiatan yang lebih terarah. Hal ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan peserta dalam menghadapi kondisi bencana.

BACA JUGA  Santunan Kemensos untuk 10 Korban Bencana Agam, Harapan di Tengah Duka

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Iskandar.
Pengukuhan KSB Nagari Bayua dan simulasi SOP diharapkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di Kecamatan Tanjung Raya.
Kegiatan itu juga memperkuat koordinasi antara masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah nagari, dan Kemensos RI dalam menghadapi potensi bencana.
Dengan pengukuhan tersebut, KSB Nagari Bayua diharapkan dapat menjalankan perannya sebagai wadah koordinasi penanggulangan bencana sekaligus mendorong masyarakat agar semakin siap dan tanggap ketika menghadapi situasi darurat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Artikel Teratas

TERPOPULER