Mitradharma.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 2.768 gempa bumi susulan terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menyampaikan jumlah tersebut berdasarkan hasil pemantauan BMKG terhadap aktivitas gempa bumi susulan di NTT.
Menurut Arief, 2.768 gempa susulan tercatat hingga pukul 05.00 WIB pada Rabu (19/8/2026). Data tersebut menunjukkan aktivitas gempa susulan masih terus dipantau oleh BMKG.
BMKG melalui Stasiun Geofisika Kupang melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan di wilayah NTT. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas gempa setelah kejadian gempa sebelumnya.
Jumlah 2.768 gempa susulan tersebut merupakan catatan BMKG sampai batas waktu yang disebutkan. Karena aktivitas kegempaan dapat berubah, perkembangan terbaru tetap mengacu pada informasi resmi BMKG.
Masyarakat di NTT diharapkan mengikuti informasi dan imbauan yang disampaikan BMKG serta tidak mudah mempercayai informasi mengenai gempa yang sumbernya tidak jelas.




