Mitradharma.com – Sebanyak 1.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Solok mengikuti Training AI Ready ASEAN di Gedung Kubung 13, Selasa (1/9/2026).
Pelatihan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan literasi digital ASN dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Training AI Ready ASEAN difokuskan pada pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk mendukung pekerjaan ASN. Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas kinerja sekaligus mendukung pelayanan publik.
Wali Kota Solok menilai perkembangan teknologi AI perlu diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia. ASN tidak cukup hanya mengetahui keberadaan teknologi tersebut, tetapi juga harus mampu beradaptasi dan menggunakannya secara tepat.
Menurut Ramadhani, AI dapat menjadi alat bantu bagi ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan. Penggunaan teknologi harus diarahkan untuk membuat pekerjaan menjadi lebih cepat dan efektif.
“AI bukan untuk menggantikan ASN, tetapi menjadi alat bantu agar kita dapat bekerja lebih cepat, efektif dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujar Wali Kota.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penerapan AI di lingkungan Pemerintah Kota Solok diarahkan sebagai pendukung pekerjaan ASN. Teknologi digunakan untuk membantu pelaksanaan tugas, bukan mengambil alih peran aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pelatihan yang diikuti 1.000 ASN ini juga berkaitan dengan peningkatan literasi digital. Kemampuan memahami dan memanfaatkan teknologi menjadi semakin penting seiring perkembangan sistem digital dalam berbagai bidang.
Melalui kegiatan tersebut, ASN Kota Solok diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pemanfaatan AI. Pengetahuan tersebut nantinya dapat menjadi bekal dalam menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi.
Wali Kota berharap Training AI Ready ASEAN dapat melahirkan ASN Kota Solok yang mampu mengikuti perkembangan zaman. ASN diharapkan tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melahirkan inovasi dalam menjalankan tugas.
Ramadhani juga menekankan pentingnya penggunaan AI secara bijak, produktif dan bertanggung jawab. Artinya, teknologi tersebut harus dimanfaatkan untuk mendukung pekerjaan dan memberikan manfaat yang lebih baik dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
Dengan jumlah peserta mencapai 1.000 ASN, pelatihan ini menjadi kegiatan yang melibatkan aparatur dalam jumlah besar di lingkungan Pemerintah Kota Solok. Materi pelatihan diarahkan untuk memperkuat kesiapan ASN menghadapi era digital.
Pemanfaatan AI dalam pekerjaan pemerintahan diharapkan dapat membantu ASN menjalankan tugas secara lebih efektif. Pada akhirnya, peningkatan kemampuan tersebut diharapkan turut mendukung kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.
Perkembangan Artificial Intelligence saat ini menjadi salah satu tantangan bagi aparatur pemerintahan untuk terus meningkatkan kemampuan. Karena itu, kesiapan ASN dalam memahami teknologi menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan di era digital.
Bagi Pemerintah Kota Solok, peningkatan kompetensi ASN menjadi salah satu langkah untuk memastikan aparatur mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Melalui pelatihan ini, ASN diberikan kesempatan untuk mengenal dan memanfaatkan AI sebagai alat bantu dalam mendukung pekerjaan.
Wali Kota berharap hasil dari pelatihan tersebut tidak berhenti pada pemahaman teknologi semata. ASN Kota Solok diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara produktif dan bertanggung jawab sesuai kebutuhan dalam menjalankan tugas.
Dengan demikian, Training AI Ready ASEAN diharapkan mampu memperkuat kapasitas ASN Kota Solok sekaligus mendorong terciptanya aparatur yang adaptif dan inovatif.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kubung 13 pada Selasa (1/9/2026) tersebut menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Solok dalam mempersiapkan ASN menghadapi era digital. Pemerintah berharap aparatur semakin siap memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendukung efektivitas kerja dan pelayanan publik kepada masyarakat.




